hero
BNN gerebek rumah kontrakan yang diduga menjadi home industri pembuatan ekstasi di Tanggerang (NET\Dimas)

EDITOR : OCTOBRYAN

28 September 2016, 23:55 WIB

BANTEN, INDONESIA

Badan Narkotika Nasional menggerebek sebuah rumah kontrakan di Jalan Utama 1 Rt 4 Rw 8, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang yang diduga sebagai tempat pembuatan narkotika jenis ekstasi. Dalam penggerebekan itu, BNN menemukan barang bukti prekursor atau bahan baku pembuat narkoba berbentuk bubuk berwarna hijau muda dan ribuan butir pil ekstasi.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari, dalam penggeledahan yang berlangsung sejak pukul 06.00 pagi tadi mengatakan, pabrik tersebut terbongkar setelah pihaknya melakukan undercover delivery  pembelian bahan baku narkoba ke beberapa daerah.

"Kami menangkap seorang tersangka berinisial A-C dengan barang bukti cukup banyak," ujarnya di lokasi, Rabu, 28 September 2016.

Tersangka A-C digiring petugas untuk dimintai keterangannya. (NET\Dimas)

Tersangka A-C, lanjut Arman, merupakan residivis dalam kasus yang sama dan belajar memperoleh bahan baku dan pembuatan ekstasi dari seorang napi berinisial A-T ketika menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Tanggerang.

"Berkenalan disana dan diajari A-T cara pembuatan dan memasok bahan baku," tambahnya.

Petugas geledah kamar tersangka (NET\Dimas)

Arman belum dapat memastikan kualitas ekstasi buatan pelaku. Menurutnya, secara kasat mata, barang haram itu merupakan produksi lokal dan hanya diedarkan untuk wilayah dalam negeri saja.

"Pengakuan pelaku barang ini untuk produksi lokal. Sementara untuk jaringan international belum kami temukan," imbuh mantan Kapolda Kepulauan Riau ini.

Barang bukti hasil kejahatan (NET\Dimas)

Dari dalam rumah kontrakan berukuran 4x6 tersebut, petugas mengamankan alat pencetak ekstasi, telepon tenggam, dan 2600 butir ekstasi siap edar.

Rencananya, pil ekstasi ini akan dikirim ke Lampung dengan modus disembunyikan di dalam kemasan mi instan. Kemudian dikemas kembali di dalam kardus.

Sementara polisi mengamankan pelaku untuk dimintai keterangannya lebih lanjut. Akibat perbuatannya, pelaku kemudian dijerat Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati.

DIMAS ARIEF

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments