Capres dari Partai Republik,Donald Trump (kiri) saat debat Capres dari Partai Demokrat, Hillary Clinton (kanan) pada debat pertama pemilu Amerika Serikat di New York. (USToday)

EDITOR : OCTOBRYAN

27 September 2016, 19:40 WIB

AMERIKA SERIKAT

Hofstra University, New York, menjadi saksi sengitnya perdebatan antara dua calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Hillary Clinton, Selasa, 27 September 2016. Selama 90 menit berdebat, Trump dan Hillary saling sela dan menyangkal klaim satu sama lain. 

Acara debat yang dipandu oleh pembawa berita NBC News, Lester Holt berlangsung sengit dan adu mulut antara keduanya tidak terhindar.

Pertanyaan pertama ditujukan kepada Hillary. Calon presiden dari Partai Demokrat langsung melahap pertanyaan dari Lester secara meyakinkan.

"Lapangan kerja baru akan tercipta jika kita mendorong lebih banyak lagi usaha kecil dan menengah," sebut Hillary seperti dikutip dari AFP.

Sementara Trump punya jawaban yang berbeda dengan lawannya itu. "Kami akan hentikan perusahaan Amerika Serikat angkat kaki dari negara ini," kata dia.

Capres dari Partai Republik,Donald Trump (kiri) saat debat Capres dari Partai Demokrat, Hillary Clinton (kanan) pada debat pertama pemilu Amerika Serikat di New York. (QZ.COM)

Dia pun menyindir kebijakan suami Hillary, Bill Clinton dalam mengeluarkan kebijakan perdagangan bebas antar negara.

"Nafta (The North America Free Trade Agreement) sungguh merupakan kebijakan terburuk yang pernah dikeluarkan Amerika Serikat," ketusnya.

Serangan Trump ini disambut senyuman kecut dari Hillary. Dirinya enggan membantah tuduhan Trump dan memintanya untuk memeriksa fakta-fakta yang ada. Clinton kemudian balas menyerang Trump dengan mengatakan taipan real-estate itu salah satu aktor dalam resesi ekonomi delapan tahun lalu dengan bisnis propertinya.

"Donald Trump salah satu orang yang menyebabkan krisis, membuat ekonomi kolaps, sembilan juta orang kehilangan pekerjaan dan US$13 triliun hilang," kata Clinton.

Perdebatan makin panas setelah kedua kandidat menyinggung berbagai kontroversi yang mewarnai jalannya kampanye mereka selama ini.

Seperti dilansir Reuters, salah satunya adalah masalah minimnya anggaran Amerika Serikat, Trump menuding semuanya telah dihabiskan untuk mendukung gagasan buruk Clinton dan kubu Demokrat. Clinton membalas, "Anggaran Minim, mungkin karena Anda belum membayar pajak,"

Mendapat pernyataan itu, Trump berjanji merilis laporan pajaknya ke publik dengan syarat. Ia mengaku akan segera mengumumkannya setelah proses audit selesai dan usai Clinton merilis 33 ribu surat elektronik (email) yang telah dihapus. Trump merujuk pada skandal email Clinton saat wanita 68 tahun itu menjadi menlu AS.

Selain itu, Kedua capres memperdebatkan masalah kelompok militan Islamic State (ISIS). Trump menuduh berbagai kebijakan luar negeri Presiden Barack Obama dan Clinton di masa lalu telah berujung pada lahirnya ISIS. Clinton menyebut tuduhan Trump tidak berdasar. Ia mengaku memiliki rencana untuk mengalahkan ISIS, tidak seperti Trump yang dinilainya tidak memikirkan hingga sejauh itu.

Selama debat, Clinton yang memakai baju berwarna merah tampil penuh senyum seperti terhibur oleh klaim-klaim yang dilontarkan Trump.

Debat kali ini merupakan yang pertama dalam rangkaian debat Capres AS yang berlangsung tiga kali dan satu debat Wapres. Kedua kandidat akan kembali meneruskan debat mereka di Universitas Longwood, Farmville, Virgina, 4 Oktober mendatang.

Usai debat, Clinton dan Trump bersalaman sembari tersenyum. Mereka sama-sama menyatakan akan menerima apapun hasil pemilihan umum mendatang.

AFP | REUTERS 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments