Jaksa Farizal jalani pemeriksaan di KPK, Rabu, 21 September 2016. (Net/Syarifah)

EDITOR : OCTOBRYAN

22 September 2016, 00:10 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Kejadian unik kejar-kejaran antara pewarta dengan jaksa Farizal terjadi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu, 21 September 2016. 

Jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat ini panik saat ditanya hubungannya dengan Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK selama enam jam.

Farizal yang mengenakan kemeja krem itu seolah bergeming dan tidak mempedulikan pertanyaan awak media. 

Kakinya terus melangkah dan menerobos kerumunan wartawa hingga sampai pelataran parkir gedung KPK,. Sesampainya di Jl Rasuna Said, ia kemudian berlari di tengah kemacetan panjang kendaraan.

Jaksa Farizal berlarian hindari kejaran wartawan KPK (NET/Syarifah)

Ditengah kemacetan itu, Farizal sempat memberhentikan taksi. Namun, belum selesai membuka pintu, Supir taksi keburu menolak karena melihat kerumunan wartawan yang terus memburu Farizal.

Farizal yang sedang kebingungan menghindari kejaran wartawan justru kembali masuk ke dalam dan berlari kecil menuju lobi gedung melalui gerbang lain. Meski kali ini ia tak lagi 'linglung', mulutnya tetap terkunci rapat. 

Setengah jam berselang, barulah empat orang jaksa dari Kejaksaan Agung RI menjemput ke kantor KPK. Setelah itu Farizal dengan tenang dibawa oleh Kejagung.

Jaksa Farizal dijemput staf Kejaksaan Agung usai diperiksa KPK. (NET/Syarifah)

KPK sebelumnya mengusut dugaan suap kepada jaksa Farizal oleh Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto.

Kasus yang ditangani oleh Farizal berkaitan dengan distribusi gula yang diimpor tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI).

Dalam kasus ini, Sutanto merupakan terdakwa yang tengah menjalani sidang. Sutanto mengaku menyerahkan uang Rp 365 juta kepada Farizal.

Tujuannya, agar Farizal membantu perkara pidana yang disidangkan di Pengadilan Negeri Padang.

Farizal tidak hanya bertindak sebagai jaksa, tetapi bertindak sebagai penasehat hukum. Ia membuat eksepsi bagi Sutanto, dan membawa saksi yang meringankan.

TIM LIPUTAN

Baca Juga:
Pemeriksaan Kejagung: Jaksa Farizal Terima Rp 60 Juta
Saat Dicokok KPK, Penyuap Irman Gusman Berstatus Tahanan Kota
Irman Gusman Akui Promotor CV Semesta Berjaya
Terima Rp 100 Juta, Irman Gusman Jadi Tersangka

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments