hero

EDITOR : OCTOBRYAN

22 September 2016, 00:45 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Isu diberhentikannya penyelidikan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia dan Bank Century mencuat. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Raharjo memastikan hingga kasus yang menjadi perhatian publik itu terus berjalan.

Pernyataan Agus itu menjawab sejumlah pertanyaan dari pimpinan Komisi 3 DPR dalam rapat dengar pendapat dengan KPK di Gedung Nusantara 1, Komplek Parlemen Senayan, Rabu, 21 September 2016.

Agus membantah pihaknya mengeluarkan surat pemberhentian penyelidikan perkara terhadap dua kasus tersebut. Namun dirinya tidak menampik adanya sejumlah kendala yang ditemui oleh KPK dalam penanganan kasus ini.

"Belum ada keputusan untuk menghentikan. Kesulitan barang bukti memang iya, tapi kami terus jalan," ujarnya.

kesulitan memperoleh bukti-bukti otentik itu untuk menuntaskan kasus tersebut, menurut Agus, contohnya terjadi dalam kasus Surat Keterangan Lunas BLBI. Keaslian suatu barang bukti dapat diragukan di pengadilan nanti. Karena itu KPK tidak cukup hanya mengandalkan bukti fotocopy itu.

"Yang kami peroleh berupa salinan atau fotokopi. Kami khawatir, bukti-bukti yang diajukan ini akan gugur di pengadilan," tambahnya.

Selain itu, meninggalnya mantan Deputy Gubernur Bank Indonesia Siti Chalimah Fajriah sebagai saksi kunci kasus Bank Century menambah berat tugas KPK dalam melakukan penyelidikan. 

Kedua hal itulah yang membuat status kasus ini masih tahap penyelidikan hingga kini.

"‎KPK terbatas dengan materi yang kami miliki untuk meningkatkan dari status penyelidikan ke penyidikan‎," ucapnya.

Sebelumnya, KPK telah mengusut kasus Century sejak tahun 2012.  Dalam kasus ini, baru Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa, Budi Mulya yang telah diseret ke pengadilan.

Budi dijatuhi vonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor. Belakangan, putusan kasasi MA memperberat hukumannya menjadi 15 tahun penjara.

Dalam amar putusan, Budi Mulya disebut bersama-sama sejumlah pihak turut menyalahgunakan kewenangan dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik akibatnya negara dirugikan Rp 6 Triliun.

Sedangkan, kasus BLBI diselidiki KPK sejak 2013 silam. Tiga tahun penyelidikan, kasus ini belum juga naik ke tahap penyidikan.

Padahal, KPK pada era Pimpinan Abraham Samad cs sudah meminta keterangan sejumlah pihak. Antara lain Menko Bidang Perekonomian era Presiden Abdurahman Wahid, Rizal Ramli, Menteri BUMN era Megawati Soekarnoputri, Laksamana Sukardi, serta Menko Perekonomian era Megawati Soekarnoputri, Dorodjatun Kuntjoro Jakti. Termasuk menangkap mantan Bos Bank Modern Samadikun Hartono yang buron selama 13 tahun di China.

Surat keterangan lunas itu berisi pemberian jaminan kepastian hukum kepada debitur yang telah menyelesaikan kewajibannya atau tindakan hukum kepada debitur yang tidak menyelesaikan kewajibannya.  negara disebut mengalami kerugian mencapai Rp 138 triliun.

PRITA KUSUMA | HARITZ ARDYANSYAH

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments