hero
Irman Gusman ditetapkan KPK sebagai tersangka atas kasus suap impor gula. (NET/Bayu)

EDITOR : OCTOBRYAN

20 September 2016, 18:45 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Razman Arif Nasution, kuasa hukum Irman Gusman membenarkan bahwa kliennya saat menjabat sebagai ketua Dewan Perwakilan Daerah RI pernah berkomunikasi dengan Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti.

Dirinya pun tidak membantah jika Irman Gusman pernah merekomendasikan CV Semesta Berjaya untuk urusan impor gula. Namun, rekomendasi yang diberikan Irman hanya sebatas lisan.

"Irman tidak membantah itu," ujarnya di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa, 20 September 2016.

Uang senilai Rp 100 juta diamankan KPK dalam kasus suap impor gula. (NET/Bayu)

Menurut Razman, kliennya hanya berperan sebagai pembuka pintu antara Bulog dengan CV Semesta Berjaya milik Xaveriandy dan Memi.

Razman pun menjelaskan, Irman ketika itu berkunjung di daerah pemilihannya di Sumatera Barat untuk mengecek harga-harga bahan pokok.

Irman kemudian kaget lantaran harga gula berada di Rp 16.000 per kilogram. Irman berpendapat harga normal gula berkisar Rp 14.000 per kilogram. Irman kemudian menelepon Djarot.

"Bapak Kabulog harus ada mitra, Pak Djarot bilang kita bisa bantu" imbuh Razman menirukan ucapan Irman.

Irman kemudian terbayang sosok Memi yang memiliki CV Semesta Berjaya. Irman pun menyuruhnya agar berhubungan dengan Memi.

"Kemudian Irman tidak pantau lagi kelanjutan impor gula tersebut," tambahnya.

Xaveriandy Sutanto dan Memi turut jadi tersangka dalam kasus tersebut.(NET/Bayu)

Terkait pertemuan di rumah dinas Irman, Razman mengakui Memi bersama suaminya Xaveriandy Sutanto meninggalkan bingkisan. Usai pertemuan, Irman pun  masuk ke kamarnya sembari membawa bingkisan tersebut.

"Irman tidak lihat ini duit atau apa. Saat mau tidur bingkisannya dibawa ke kamar. Tidak lama, KPK kemudian minta diserahkan. Baru tahu itu uang 100 juta. Kalau tahu itu uang, Irman akan serahkan itu gratifikasi," pungkas Razman.

KPK sebelumnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap rekomendasi penambahan kuota impor gula wilayah Sumatera Barat pada 2016 yang diberikan Bulog kepada CV Semesta Berjaya. Ketiganya, yakni Ketua DPD RI, Irman Gusman; Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto; dan istri Xaveriandy, Memi‎.

Irman diduga menerima suap Rp 100 juta dari Xaveriandy dan Memi sebagai hadiah atas rekomendasi penambahan kuota impor gula untuk CV Semesta Berjaya tersebut.

Irman selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Sementara Xaveriandy dan Memi sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

INDRIA LITA | JAFRIYAL ABA

Baca Juga:
Terlibat Korupsi, Irman Gusman Dicopot Dari Jabatannya
Irman Gusman Ajukan Penangguhan Penahanan, Ketua KPK: Nanti Dulu
Saat Dicokok KPK, Penyuap Irman Gusman Berstatus Tahanan Kota
Terima Rp 100 Juta, Irman Gusman Jadi Tersangka

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments