hero
Ilustrasi penyanderaan kapal\pixabay

EDITOR : REZA ADITYA

20 September 2016, 09:40 WIB

INDONESIA

Peneliti intelijen dari Universitas Indonesia, Diyauddin, mengatakan kekuatan kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina sudah mulai melemah. Melemahanya kelompok Abu Sayyaf, kata dia, akibat dari beberapa operasi militer yang dilakukan tentara Filipina beberapa waktu lalu.

"Ratusan anggota kelompok Abu Sayyaf tewas dalam operasi itu," kata Diyauddin kepada NET, Selasa, 20 September 2016. "Tersebar di mana-mana saat ini anggota kelompok mereka."

Diyauddin mengatakan melemahnya kelompok Abu Sayyaf justru menjadi kewaspadaan bagi tentara Filipina dan intelijen Indonesia. Musababnya, sandera yang masih ditahan bersama kelompok itu harus ikut menyebar dan sulit dilacak.

"Ini artinya, jika mau ada negosiasi, informasi intelijen kedua negara harus kuat," ujar dia. "Karena penyebaran itu yang menyebabkan sandera tidak dalam kondisi aman."

Kelompok Abu Sayyaf (bbc)

 

Dia juga menilai penyebaran anggota Abu Sayyaf pascaoperasi militer menyebabkan terbentuknya kelompok-kelompok kecil baru. Kelompok ini memiliki komando tersendiri yang bisa menyebabkan teror lain. Akibatnya, pemerintah Filipina justru semakin sulit memberangus secara keseluruhan kelompok ini.

Untuk mengatasi hal ini, Diyauddin mengatakan negara-negara di kawasan ASEAN harus melaksanakan operasi militer bersama. "Karena kelompok ini sangat berbahaya bagi negara-negara di kawasan," kata dia. "Asean harus turun tangan.

Musuh dan ancaman yang menghantui negara-negara di kawasan Asean menurut Diyauddin adalah munculnya kelompok bersenjata seperti Abu Sayyaf ini.

Abu Sayyaf merupakan pecahan dari kelompok pemberontak muslim Moro Filipina atau MILF. Kelompok ini dibuat oleh Abdurrazak Abu Bakar Janjalani, dan pada Juli 2014 mereka berbaiat kepada pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. Sejak itu, mereka kerap menyandera orang asing guna mendapatkan tebusan.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Achmad Dimyati Natakusumah, mengatakan pemerintah Filipina sudah tidak sanggup memberangus kelompok Abu Sayyaf. Operasi militer tentara Filipina yang dilakukan selama ini hanya sebatas membunuh kurang dari setengah jumlah anggota Abu Sayyaf. "Jadi jangan percaya lagi dengan Filipina, ada baiknya Indonesia yang justru harus melakukan diplomasi keamanan dan pembebasan sandera."

IMS | NADIA SAGARA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments