hero

EDITOR : DEWI RACHMAYANI

19 September 2016, 13:35 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Balonku ada lima

Rupa-rupa warnanya

Merah kuning kelabu, hijau muda dan biru

Siapa yang gak kenal lagu di atas? Bisa dbilang ini lagu wajib anak Indonesia. Lagu ini juga kerap mengisi pesta-pesta ulang tahun bocah cilik.

Buat kebanyakan orang, ‘Balonku ada lima’ adalah lirik masa kecil. Namun tidak bagi Leonard Suharli. Baginya, balonku adalah ajang berkreasi sekaligus periuk nasinya.

Leonard Suharli (Instagram @adalimabalonku)

Tahun 2012 Leonard mendirikan Adalima, perusahaan yang bergerak di seni menghias balon. Dari pesta ke pesta ia sambangi, berkreasi mencipta berbagai bentuk balon sesuai permintaan konsumen.

Untuk satu backdrop sederhana yang terdiri dari hiasan balon pelangi, pohon dan boneka, ia memasang tarif antara 8 hingga 9 juta rupiah. Alat yang dibutuhkan sederhana, yaitu pompa, gunting atau cutter khusus balon dan tentunya balon berbagai warna dan ukuran.

Contoh hasil seni merangkai balon (Instagram @adalimabalonku)

Penghasilan datang gak sekadar dari menghias balon di pesta-pesta, juga dari workshop. Setiap bulan Leonard rutin menggelar workshop. Peserta ia batasi maksimal 10 orang, kebanyakan dari luar kota. Di workshop itulah ia share ilmu membuat karya seni balon. Kebanyakan para peserta kursus, kemudian membuka atau mengembangkan usaha mereka dan memanfaatkan seni menghias balon yang sudah mereka miliki. Seperti parcel, toko bunga atau dekorator penghias pesta. “Ini usaha yang cukup high profit, peluangnya besar karena masih banyak yang belum tahu seni menghias balon. Kami menyelenggarakan kursus karena kami juga butuh komunikasi  dengan pengguna langsung untuk dapat feedback kekurangan produk. Karena selain mengajarkan seni balon, kami juga memiliki pabrik balon sejak tahun 1957,” tutur Leonard kepada NET.

Kursus merangkai balon (Instagram @adalimabalonku)

Sebelum tenar di dalam negeri, Adalima sudah lebih dulu diterima pasar luar negeri. Sejak tahun 1993, balon produksi Adalima telah dieskpor ke Jerman, Inggris dan Eropa.

Kini, dengan seniman-seniman balon di Adalima, Leonard terus berkarya mencipta dinosaurus, pelangi, bunga, pikachu dan rupa-rupa bentuk lainnya, memeriahkan pesta demi pesta bocah cilik.

NET INDONESIA MORNING SHOW

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% (total_main_comment < 1 ? 'No' : total_main_comment) + (total_main_comment < 2 ? ' Comment':' Comments') %>
<% latestComment.user.name %>
  • reply
  • <% child_comment.user.name %>
    • reply
View <% (latestComment.total_child - 5) == 1 ? "the last one comment" : (latestComment.total_child - 5) + " more comments" %> ...
View More Comments
<% oldestComment.user.name %>
  • reply
  • <% child_comment.user.name %>
    • reply
View <% (oldestComment.total_child - 5) == 1 ? "the last one comment" : (oldestComment.total_child - 5) + " more comments" %> ...