hero

EDITOR : OCTOBRYAN

19 September 2016, 22:30 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Belum genap 48 jam mendekam di rumah tahanan komisi pemberantasan korupsi karena kasus suap  rekomendasi penambahan kuota impor gula dari Bulog ke CV Semesta Berjaya untuk wilayah Sumatera Barat pada 2016, Irman Gusman berencana akan ajukan penangguhan penahanan.

Hal itu dilakukan lewat pengacaranya, Tommy Singh. Menurutnya, Timnya akan mengumpulkan tanda tangan anggota Dewan Perwakilan Daerah sebagai penjamin penangguhan penahanan itu.

"Kita akan ajukan penangguhan penahanan. Tadi beberapa anggota DPD RI bersedia menjadi penjamin. Kita lihat saja nanti hasilnya," ujarnya di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin, 19 September 2016.

Tommy belum bisa memastikan apakah penangguhan penahanan akan diterima oleh KPK atau sebaliknya. Namun, ujarnya, hal tersebut merupakan hak yang bisa diperoleh Irman selaku tersangka.

"Kita usahakan, karena bagaimana pun itu adalah hak pak Irman," tambahnya.

KPK Umumkan Irman Gusman sebagai tersangka kasus suap (NET)

Ketua KPK Agus Rahardjo secara terpisah menyampaikan, KPK akan mempertimbangkan penangguhan penahanan Irman. Namun, ujarnya, hal tersebut tidak mudah karena terkait kepentingan penyidikan.

"Kita lihat nanti, kita pertimbangkan. Dan juga ini kebutuhan penyidik tentunya. Karena penyidik pasti punya rencana penyidikan," ujarnya.

Untuk diketahui, KPK belum pernah memberikan penangguhan penahanan. Permohonan sebagian besar tahanan untuk meminta penangguhan penahanan selalu dimentahkan KPK.

Barang bukti kejahatan senilai Rp 100 juta diamankan KPK (NET)

KPK sebelumnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap rekomendasi penambahan kuota impor gula wilayah Sumatera Barat pada 2016 yang diberikan Bulog kepada CV Semesta Berjaya. Ketiganya, yakni Ketua DPD RI, Irman Gusman; Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto; dan istri Xaveriandy, Memi‎.

Irman diduga menerima suap Rp 100 juta dari Xaveriandy dan Memi sebagai hadiah atas rekomendasi penambahan kuota impor gula untuk CV Semesta Berjaya tersebut.

Irman selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Sementara Xaveriandy dan Memi sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

ARIS SATYA | YASSED SATRIA

Baca Juga:
Terima Rp 100 Juta, Irman Gusman Jadi Tersangka
AM Fatwa: Badan Kehormatan Siapkan Sanksi
Ini Tanggapan DPD Soal Penangkapan Ketuanya
Saat Dicokok KPK, Penyuap Irman Gusman Berstatus Tahanan Kota

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments