hero
Aji Pandu Sutomo alias Sobron anggota kelompok teror Santoso tewas ditembak Satgas Tinombula, Senin, 19 September 2016. (NET/ODI)

EDITOR : OCTOBRYAN

19 September 2016, 17:55 WIB

PALU, INDONESIA

Kontak senjata antara Satuan Tugas Operasi Tinombala dengan kelompok pelaku teror jaringan Santoso kembali terjadi di Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin, 29 September 2016.

Peristiwa itu mengakibatkan tewasnya Orang Tidak Dikenal (OTK) yang diduga merupakan anggota Mujahidin Indonesia Timur.

Satuan Tugas Tinombala menembak pengikut kelompok teror Santoso bernama Sabron di Kabupaten Poso, Senin, 19 September 2016. (NET/ODI) 

Kontak tembak itu terjadi pukul 08.30 WITA saat anggota satgas gabungan Charli 16 melakukan patroli rutin di wilayah perkebunan. Tiba-tiba dari arah berlawanan muncul orang tidak dikenal.

Satgas dibawah kendali Brigadir Kepala Ristopa sempat memberikan peringatan. Namun, orang tersebut coba melemparkan bom rakitan. Petugas akhirnya menembak pelaku hingga tewas.

Sobron masuk daftar pencarian orang oleh Satgas Tinombala. (NET/ODI) 

Diketahui belakangan, korban tewas ini bernama Sobron. Buronan ini sempat lolos ketika Satgas Tinombala menangkap Basri dan istrinya Nurmi Usaman alias Oma, pada Rabu pekan lalu.

Jenazah Sobron dievakusi petugas. (NET/ODI)

"Hari ini terjadi kontak senjata. Yang tewas bernama Aji Pandu Sutomo alias Sobron. Ada empat bom lontong ditubuhnya," ujar Penanggung Jawab Operasi Tinombala, Brigadir Jenderal Rudi Sufahriady, Senin, 19 September 2016.

Selain itu, petugas juga menyita detonator, dua buah senjata tajam jenis parang, satu tas punggung terbuat dari karung plastik, dan satu kantong tidur.

Barang bukti yang ditemukan petugas saat menangkap Sobron (NET/ODI) 

Sekitar pukul 11.30 WITA, jenazah Sobron kemudian dievakuasi ke Dusun Gantinadi untuk dipindah ke kantong mayat. Selanjutnya, dievakuasi ke mobil ambulance Polda Sulawesi Tengah untuk dibawa ke Mapolsek Poso Pesisir Utara.

Pada pukul 12.50 WITA, jenazah tiba di  Mapolsek, dilanjutkan pemeriksaan singkat oleh Tim Inafis Polri di atas Mobil Ambulance untuk diberangkatkan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Palu.

Dengan tewasnya Sobron, hampir dipastikan jumlah kelompok teroris jaringan Santoso yang dikejar aparat tersisa 11 orang lagi. Mereka adalah anggota kelompok jaringan Ali Kalora. Sedangkan sisa anggota jaringan Santoso atau Basri dipastikan sudah habis. Hingga kini Satgas Tinombala terus memburu sisa DPO yang disinyalir bersembunyi di pegunungan wilayah Pesisir Poso.

RAHMAN ODI 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments