hero
Ekspresi kekalahan pemain-pemain Manchester United. (reuters)

EDITOR : TITO SIANIPAR

19 September 2016, 15:26 WIB

INGGRIS

Pelatih Manchester United Jose Mourinho harus menelan kekalahan memalukan dari Watford, tim yang tak pernah menang dari Manchester United dalam tiga dekade terakhir. Mourinho punya alasan atas kekalahan itu.

"Saya melihat tiga faktor dari kekalahan-kekalahan ini," kata Mou, panggilannya. "Pertama, wasit melakukan kesalahan fatal, yang tidak bisa saya kontrol. Tidak ada yang bisa saya lakukan untuk itu."

Mou memimpin timnya pulang dengan kekalahan. (mirror)

Kekalahan 1-3 dari Watford akhir pekan lalu adalah kekalahan ketiga Manchester United dalam delapan hari terakhir. Sebelumnya, United juga kalah dari Manchester City. Dan kemudian disusul kalah dari Feyenoord di ajang Liga Eropa.

Gol Watford dicetak oleh Etienne Capoue dan sempat disamakan oleh Marcus Rashford. Dua gol kemenangan Watford dicetak pada 8 menit terakhir jelang laga usai oleh Juan Camilo Zuniga dan Troy Deeney.

Faktor kedua yang membuat United kalah, kata Mou, adalah faktor keberuntungan. "Itu adalah bagian dari permainan," ujarnya.

"Hal ketiga adalah yang ada di tangan saya, yakni perkembangan tim dan individual. Kami mencoba menghentikan kesalahan bertahan. Saya tahu, saya punya pekerjaan rumah untuk itu," ujar Mou.

Pada bagian lain, Mou dengan tegas menyalahkan bek kiri United Luke Shaw yang lalai menjaga zonanya. "Ketika Amrabat mendapat bola, bek kiri kami 25 meter jauhnya dari yang seharusnya 5 meter," kata Mou

Luke Shaw ketika melawan Watford. (reuters)

Bahkan jika berjarak 25 meter, lanjut Mou, seharusnya Shaw mendekat dan melakukan tekanan terhadap lawan. "Tapi tidak, dia menunggu," ujarnya. Hal yang hampir sama, kata Mou, juga terjadi ketika melawan Manchester City.

Kekalahan dari Watford ini membuat United turun ke posisi ke-7 klasemen sementara dengan mengoleksi 9 poin. "Saya sadar kami belum sempurna dengan banyak pemain yang belum siap dan bisa melakukan kesalahan," kilah Mou.

Mantan punggawa United Paul Scholes melihat ada kesalahan taktik Mou dalam menempatkan pemain termahal Paul Pogba. "Seharusnya dia bermain tiga gelandang tengah," kata Scholes.

Paul Pogba ketika Watford merayakan kemenangan. (mirror)

Peran seperti itu lah, lanjut Scholes, yang membuat Pogba sukses di Juventus. Ketika bermain dua gelandang tengah, seperti di United dan tim nasional Prancis, peran Pogba tidak maksimal. "Dia adalah pemain yang selalu mencoba dan berusaha," imbuhnya.

THE SUN | MIRROR | ESPN

BACA JUGA:
Manchester Telan Kekalahan karena Ogah-ogahan
Kuku Klopp yang Tertancap di Stamford Bridge
Wilshere Coba Hadang Kesempurnaan Pep
Debutan Leicester Kejutkan Eropa, Spurs Menangis

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments