hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

18 September 2016, 17:40 WIB

FILIPINA

Tiga orang anak buah kapal WNI sandera Abu Sayyaf berhasil dibebaskan. Oleh Moro National Liberation Front (MNLF) mereka diserahkan kepada Jesus Dureza, sekretaris OPAP (Office of the Presidential Adviser on the Peace Process) dan perwakilan Indonesia Kivlan Zein. 

"Hari ini para sandera sudah diserahterimakan ke Jesus Dureza, Sekretaris Organisasi Presidential Adviser on the Peace Process of Mindanao (OPAPP). Saudara Nur (Misuari) melakukan serah terima itu bersama dengan Kivlan Zen," ujar Sofi, Anggota MNLF yang terlibat dalam operasi pembebasan.

Tiga WNI yang dibebaskan bernama Theodorus Kopong, Lofrens Kotem dan Emanuel Arakian. Mereka adalah ABK Indonesia yang bekerja di kapal ikan Malaysia. Pada tanggal 19 Juli 2016 kapal mereka dibajak oleh militan Abu Sayyaf di perairan Lahadatu, Sabah, Malaysia. 

Proses penyerahan sandera di Indanan. (Ameera Omar)

Dalam operasi ini turut dibebaskan juga seorang sandera berkewarganegaraan Norwegia bernama Kjartan Sekkingstad. September lalu Kjartan diculik di sebuah pelabuhan dekat kota Davao. Bersama rekannya berkewarganegaraan Filipina Marites Flor dan dua orang warga negara Kanada Robert Hall dan John Risdel. Nahas, dua warga negara Kanada dibunuh secara keji setelah uang tebusan yang ditetapkan Abu Sayaf tidak segera dibayarkan.

Penyerahan keempat sandera dilakukan di Indanan, Kepulauan Sulu pada Minggu pagi, 18 September 2016. Selanjutnya Jesus Dureza dan Kivlan Zein akan membawa keempat sandera menuju Kota Davao untuk bertemu dengan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

Pembebasan ABK Indonesia merupakan tindak lanjut dari operasi intelijen antara militer Filipina dengan militer Indonesia. Negosiasi sendiri dilakukan oleh tim dari MNLF tanpa uang tebusan. 

"Kebijakan di MNLF tidak boleh memberikan uang tebusan," tambah Sofi ketika dihubungi melalui sambungan telepon oleh reporter NET.

Dibebaskannya tiga orang ABK Indonesia menyisakan enam orang Indonesia yang masih ditahan. Anggota MNLF mengaku terus berusaha membantu Indonesia membebaskan sandera. Mereka kesulitan karena posisi penyanderaan yang sangat jauh dan terpisah-pisah.

TIM LIPUTAN NET

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments