hero
Peta rencana pulau reklamasi di Teluk Jakarta

EDITOR : OCTOBRYAN

16 September 2016, 12:50 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Muka Teluk Jakarta diperkirakan berubah total dengan rencana reklamasi. Daratan seluas 5.153 hektare bakal terbentang dalam bentuk 17 pulau reklamasi.

Ahli hidrologi Kelautan ITB Muslim Muin mengakui Teluk Jakarta memang rusak akibat tingkat pencemaran dari 13 sungai yang bermuara ke sana. Namun proyek reklamasi tak bisa dilihat sebagai solusi pembangunan.

"Reklamasi tidak akan menghambat pasang surut air laut. Justru reklamasi malah menghambat aliran sungai. Aliran sungai terhambat, kemudian air laut pasang, otomatis tambah banjir," ujarnya saat diwawancarai dalam acara Indonesia Morning Show Net TV, Jumat, 16 September 2016.

Pembangunan reklamasi Pulau G. (NET)

Permasalahan ini malah semakin sengkarut oleh rencana pembangunan tembok raksasa atau giant sea wall di Teluk Jakarta. Dirinya mengatakan ide National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu kota Negara tentang pembangunan tanggul laut raksasa dari Belanda makin membuat Jakarta semakin tenggelam.

"Kita harus desain ulang reklamasi ini, yang buat tau kalau ini akan mampet. Pulau reklamasi dia yang buat, giant sea wall dia yang buat, Banyak kepentingan bisnis disini," tambahnya.

Pembangunan reklamasi Pulau G. (NET)

Muslim pun membantah anggapan bahwa giant sea wall berguna menahan rob karena pasang-surut di Teluk Jakarta masih kecil. "Saya sebenarnya tidak anti giant sea wall. Tapi banjir dari laut itu enggak ada, yang benar itu banjir dari darat," ucap dia.

Baca Juga:
Ahok dan Luhut Bertemu, Proyek Reklamasi Pulau G Melaju
Alasan Menteri Luhut Tetap Lanjutkan Proyek Reklamasi
Walhi: Luhut Hanya Akomodir Kepentingan Pengembang
Terjerat Suap Reklamasi, Ariesman Widjaja Divonis Tiga Tahun

Banjir akan membuat masyarakat Jakarta yang berada di daratan Jakarta semakin menderita. Namun, sebaliknya, masyarakat kelas atas yang tinggal di lahan reklamasi justru terhindar dari banjir karena lahan reklamasi dibuat tinggi.

Proyek reklamasi sebelumnya menjadi kontroversi. Proyek ini dihentikan oleh pemerintah pada Juni 2016 lalu. Menko Kemaritiman saat itu, Rizal Ramli, mengatakan pembangunan Pulau G yang merupakan bagian dari mega proyek tersebut harus dihentikan lantaran banyak pelanggaran.

Diantaranya karena pembangunan pulau tersebut berada di atas kabel-kabel PLN. Selain itu, pembangunan Pulau G disebut mengganggu akses perahu nelayan. Pelanggaran lainnya adalah teknis pembangunan pulau yang dinilai serampangan dan berpotensi merusak biota laut.

Namun, Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk melanjutkan proyek tersebut. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan proyek reklamasi Pulau G milik PT Muara Wisesa terus dijalankan. Luhut menilai kelanjutan reklamasi Pulau G itu lantaran demi kepentingan nasional yang cakupannya luas.

MAYFREE SYARI | YAKSA SEMBODO

5

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments