EDITOR : DEWI RACHMAYANI

15 September 2016, 08:05 WIB

ISRAEL

Hewan, memang bikin lumer hati siapapun. Termasuk, orang-orang yang sedang bertikai. Di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Israel, ada tempat penampungan hewan. Tepatnya di Beit Sahour.

Di tempat ini, ditampung anjing-anjing terlantar, pendirinya Diana Babish. Babish awalnya merawat 100 anjing yang berkeliaran di jalanan dan diabaikan para pemiliknya. Beberapa ekor diadopsi, ada juga yang mati. Kini, di shelter Babish ada 60 ekor anjing.

Diana Babish (APTN)

Penampungan milik Babish, hampir ditutup beberapa waktu lalu. Penyebabnya, tak ada dana. Mencari uang untuk merawat puluhan anjing, memang bukan pekerjaan gampang.

"Membangun tempat penampungan seperti ini, banyak masalahnya. Saya harus membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menerima ide ini. Saya mulai dengan mengumpulkan donasi dari masyarakat lokal. Kami punya banyak utang karena membangun ini. Dan 60 anjing yang ada saat ini membutuhkan makanan dan pengobatan,” kata Babish.

Shelter yang sempat terancam ditutup karena kekurangan dana, membuat warga Palestina dan Israel bersatu padu mengumpulkan uang. Dalam 2 minggu, terkumpul lebih dari 19 ribu USD, sekitar 250 juta rupiah.

Aktivitas di shelter Beit Sahour (APTN)

Selama puluhan tahun, Palestina dan Israel bertikai atas nama politik dan agama. Dan kali ini, kedua pihak sejenak bersatu padu, menunjukkan bahwa sisi kemanusiaan mereka untuk merawat hewan terlantar, mampu melampaui konflik puluhan tahun yang mendera mereka.

APTN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments