hero

EDITOR : OCTOBRYAN

12 September 2016, 20:35 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Dewan Perwakilan Rakyat dan Pemerintah akhirnya sepakat bahwa terpidana hukuman percobaan berkesempatan bisa ikut pemilihan kepala daerah 2017 mendatang.

Keputusan itu diambil dalam rapat dengar pendapat (RDP) komisi II dengan Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, dan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Sabtu malam lalu.

Anggota komisi II DPR RI Rambe Kamarulzaman mengatakan, meski menuai polemik keputusan mengenai mengenai Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 5 tahun 2016 tentang pencalonan kepala daerah ini dianggap mampu memberikan keadilan.

"Sebelum putusan inkrah, dia berhak dicalonkan. Kita tidak boleh larang. Tapi kan, nanti rakyat yg memilih dia bisa terpilih atau tidak," ujarnya di Jakarta, Senin, 12 September 2106.

Ketentuan tersebut, lanjut dia, juga untuk memastikan hak konstitusional tiap warga negara berpolitik. 

Putusan Mahkamah Konstitusi juga telah mengaturnya. Bahwa, seseorang yang berstatus terpidana memang tidak dibolehkan mencalonkan diri, kecuali culva levis atau kealpaan ringan.

’’Contoh, pelanggar lalu lintas itu juga terpidana. Masak karena dia melanggar lalu lintas kemudian kita larang dia maju pilkada,’’ kata politisi partai Golongan Karya itu.

Diketahui, pembahasan terkait poin tersebut berlangsung cukup alot. Bahkan, dua pakar hukum pidana turut dihadirkan dalam RDP itu yakni Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia Muzakir dan Hakim Konstitusi periode 2003-2008, Ahmad Syarifuddin Natabaya untuk memberi pandangan terkait Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 5 tahun 2016  yang dinilai bertabrakan dengan pasal 7 ayat 2 Huruf g, UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada

Aturan tersebut mengatur, setiap warga negara dapat mengajukan diri sebagai calon kepala daerah di pilkada selama ia tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, atau bagi mantan terpidana telah secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa ia mantan terpidana.

INDRIA LITA | DEDE ROHALI 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments