hero

EDITOR : REZA ADITYA

8 September 2016, 11:55 WIB

INDONESIA

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengucapkan selamat atas pemulihan status warga negara Indonesia (WNI) Arcandra Tahar. Kalla memberikan sinyal bahwa Arcandra akan kembali menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral lantaran status kewarganegaraannya sudah dipulihkan.

"Segala macam itu ada kemungkinan kalau bisa," kata Kalla, Kamis, 8 September 2016. "Kemungkinan ada. Pasti."

Kalla mengakui banyak pihak yang protes atas keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly yang mengembalikan status WNI Arcandra. Khususnya, di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun menurut dia, semua berhak mengutarakan pendapat dan kontra atas keputusan politis pemerintah.

"Tapi memang dasarnya dia orang Indonesia. Biasalah di DPR kalau setuju semua ya bukan DPR," kata Kalla.

Pemerintah memulihkan kembali status kewarganegaraan Arcandra Tahar, mantan Menteri ESDM. Surat keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly tentang itu dikeluarkan pada 1 September 2016 lalu.

Arcandra Tahar, 27 Juli 2016 (setkab)

Menurut Yasonna, penetapan status WNI Arcandra karena yang bersangkutan sudah melepaskan kewarganegaraan Amerikanya pada Agustus 2016. Hal itu, kata Yasonna, sudah disahkan Department State of the United States of America pada 31 Agustus 2016.

Status WNI Arcandra, lanjut Yasonna, belum pernah dicabut oleh pemerintah. Musababnya, pencabutan kewarganegaraan harus melalui surat ketetapan Menteri. Karena Arcandra sudah mencabut kewarganegaraan Amerikanya, maka pemerintah tidak mencabut status WNI Arcandra.

Jika WNI Arcandra dicabut, maka pria kelahiran Padang, 10 Oktober 1970 itu tidak memiliki kewarganegaraan atau stateless.

Arcandra dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said pada 27 Juli 2016 lalu. Tak berselang lama, dia ketahuan memiliki dua paspor, yakni Amerika dan Indonesia. Sontak hal itu mendapat reaksi keras dari publik.

Tak menunggu lama, Presiden Jokowi mencopot jabatan Arcandra pada 16 Agustus 2016. Kritikan bertebaran terhadap pemerintah. Salah satunya adalah tentang lemahnya proses seleksi sehingga seseorang yang berpaspor Amerika bisa lolos menjadi menteri.

MELISA LOLINDU

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments