hero

EDITOR : REZA ADITYA

8 September 2016, 10:50 WIB

INDONESIA

Pengamat hukum tata negara dari Universitas Indonusa Esa Unggul, Refly Harun, mengatakan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly memulihkan status kewarganegaraan Arcandra Tahar sudah tepat. Menurut dia, ada fakta-fakta yang memang mengharuskan WNI Arcandra dikembalikan.

"Faktanya adalah bahwa dia sudah mengembalikan status warga negara Amerika nya," kata Refly, kepada NET, Kamis, 8 September 2016. "Nah seandainya dikeluarkan sertifikasi pencabutan kewarganegaraan oleh kementerian hukum, maka dia menjadi statelessness dan itu melanggar hak asasi manusia, tdak boleh."

Statelessness atau tak berkewarganegaraan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Kewarganegaraan. Seorang pejabat dilarang membuat kebijakan atau peraturan yang membuat seseorang kehilangan warga negaranya. "Karena itu bisa dipidana," ujar Refly.

Meski dinilai sudah tepat, Refly juga masih merasa janggal dengan keputusan politis yang dibuat Menteri Laoly. Dia menjelaskan secara hukum, status warga negara Indonesia Arcandra sudah hilang otomatis ketika mengajukan diri secara suka rela sebagai warga negara Amerika. 

Arcandra Tahar\setkab.go.id

 

Jika sudah seperti itu, cara yang dilakukan untuk memulihkan WNI nya harusnya melalui prosedur normal. Prosedur yang dimaksud adalah sesuai dengan Pasal 9 UU Kewarganegaraan. Yaitu menetap di Indonesia selama lima tahun berturut-turut atau paling singkat 10 tahun tidak berturut-turut.

"Tapi mungkin karena ditemukan fakta bahwa dia sudah mencabut status warga negara Amerika, ya memang harus dipulihkan secara singkat," kata dia.

Arcandra dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said pada 27 Juli 2016 lalu. Tak berselang lama, dia ketahuan memiliki dua paspor, yakni Amerika dan Indonesia. Sontak hal itu mendapat reaksi keras dari publik.

Tak menunggu lama, Presiden Jokowi mencopot jabatan Arcandra pada 16 Agustus 2016. Kritikan bertebaran terhadap pemerintah. Salah satunya adalah tentang lemahnya proses seleksi sehingga seseorang yang berpaspor Amerika bisa lolos menjadi menteri.

Pada 1 September 2016, pemerintah memulihkan kembali status kewarganegaraan Arcandra Tahar. Surat keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly tentang itu dikeluarkan pada 1 September 2016 lalu.

Menurut Yasonna, penetapan status WNI Arcandra karena yang bersangkutan sudah melepaskan kewarganegaraan Amerikanya pada Agustus 2016. Hal itu, kata Yasonna, sudah disahkan Department State of the United States of America pada 31 Agustus 2016.

IMS

 

BACA JUGA:
Ini Alasan Kenapa Status Arcandra Jadi Ramai
Arcandra Tahar Diberhentikan dari Jabatan Menteri ESDM
Komisi I DPR: Lantik Arcandra, Presiden Jokowi Kecolongan!
Ceramah di Al Azhar, Arcandra Diminta Pakai Bahasa Padang

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments