hero
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (manilainformer)

EDITOR : TITO SIANIPAR

6 September 2016, 18:35 WIB

FILIPINA

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengeluarkan pernyataan keras terhadap Presiden Amerika Barack Obama karena dianggap ikut campur urusan dalam negerinya. Pertemuan yang sudah dijadwalkan akhirnya dibatalkan.

Pernyataan Duterte dilontarkan dalam konferensi pers ketika ditanyakan bagaimana menjelaskan pembunuhan ekstrajudisial terhadap para gembong narkoba. Selama dua bulan, perang melawan narkoba sudah menelan 2.400 jiwa, yang mana lebih dari 700 mati dalam operasi polisi.

"Saya adalah presiden dari negara berdaulat, bukan koloni dari negara lain," kata Duterte seperti dikutip dari The Guardian, Selasa, 6 September 2016. "Saya tidak punya tuan, selain rakyat Filipina," imbuh dia.

Lebih lanjut, Duterte menolak jika Amerika meributkan proses yang terjadi di dalam negerinya. "Putra pelacur, saya akan cecar dia di forum," kata Duterte merujuk pada Presiden Amerika Obama.

Penyataan itu terjadi jelang berakhirnya pertemuan G20 Summit yang berlangsung di Hangzhou, Cina. Begitu pernyataan Duterte sampai ke Obama, keputusan membatalkan pertemuan bilateral langsung diambil.

"Saya sempat meminta tim saya untuk bicara dengan rekannya dari Filipina untuk mencari tahu," kata Obama. Seusai G20, Obama seharusnya sudah dijadwalkan bertemu dengan Duterte dalam sebuah pertemuan regional di Laos, hari ini. 

Juru Bicara Gedung Putih mengatakan pembatalan tidak terkait pernyataan Duterte, melainkan karena Obama punya agenda menemui Presiden Korea Selatan Park Geun-hye.

Duterte menjadi sorotan dunia karena kebijakan tangan besinya terhadap kartel narkoba. Selain terhadap Obama, sebelumnya Duterte juga sudah mencerca Duta Besar Amerika untuk Filipina, Gereja Katholik, bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa karena mengkritiknya.

Korban operasi polisi Filipina. (dailymail)

"Gandakan usahamu, kalau perlu tiga kali lipat. Kami tidak akan berhenti sampai bandar narkoba, donatur, dan pengedar menyerah, atau dipenjara, atau dibawahtanahkan jika mereka memintanya," kata Duterte ketika berpidato di PBB.

TITO SIANIPAR | THE GUARDIAN |  CNN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments