hero

EDITOR : REZA ADITYA

5 September 2016, 09:00 WIB

INDONESIA

Kementerian Sosial punya cara ampuh untuk mencegah terjadinya bisnis prostitusi anak di bawah umur agar tidak kembali menjamur. Kepala Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Kementerian Sosial Edi Suharto mengatakan caranya adalah dengan menyusupkan sejumlah pekerja sosial ke dalam sekolah dan lembaga pendidikan.

"Agar langsung berdialog dengan guru dan murid," kata Edi, kepada NET, Senin, 5 September 2016. "Ini bisa mencegah perundungan dan juga pencegahan terbuainya anak-anak masuk dalam bisnis prostitusi online."

Edi sadar faktor terbesar dari banyaknya anak-anak yang terjerumus rayuan muncikari prostitusi online lantaran minimnya komunikasi dengan guru dan orang tua. Akibatnya, si anak merasa harus mencari eskapisme atau pelarian mengikuti gaya hidup hedonis dan materialis.

Dia mencontohkan tujuh dari 99 anak yang menjadi korban bisnis prostitusi online seorang muncikari berinisial AR kemarin kebanyakan berasal dari kelas menengah ke bawah. Anak-anak ini, terjerumus bisnis haram tersebut lantaran terbuai bujuk rayu sang muncikari.

pixabay

 

Sebagian di antaranya sudah terlepas dari tanggung jawab orang tua. Maksudnya adalah si anak ini sejak sekolah memilik indekos tanpa adanya pengawasan langsung dari orang tua. "Rata-rata orang tuanya terkejut ketika tahu anaknya terlibat dalam situasi yang luar biasa," kata dia.

Lima di antara anak-anak tersebut putus sekolah. Hanya dua yang masih melanjutkan sekolah.Bahkan ada beberapa anak yang sejak lama menggeluti bisnis prostitusi ini. "Terutama yang usianya menjelang 18 tahun," kata Edi. Satu di antara mereka juga terindikasi penyakit sosial. Beruntungnya, tidak tertular penyakit HIV/AIDS.

Tujuh anak-anak korban AR itu kini masih menjalani proses rehabilitasi di rumah perlindungan sosial anak (RPSA) Kementerian Sosial di Bambu Apus, Jakarta Timur. "Meski demikian, mereka masih sering dikunjungi oleh orang tuanya masing-masing," kata Edi.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal Polri mengungkap sindikat prostitusi anak penyuka sesama jenis. Sebanyak 99 anak diduga dipekerjakan sebagai objek seks sejak 2015. Dari kasus itu, polisi menangkap seorang pelaku bernisial AR dan dua lainnya, E dan U. Ketiganya berperan sebagai orang yang menawarkan anak-anak itu kepada pelanggan. Dari pengakuannya diketahui anak-anak diberi imbalan Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu sekali kencan. 

IMS

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments