hero
Sissoko dan WIlshere (dailymail)

EDITOR : TITO SIANIPAR

1 September 2016, 15:40 WIB

INGGRIS

Arsenal meminjamkan pemain tengahnya Jack Wilshere ke klub Liga Inggris lainnya Bournemouth. Keputusan yang diambil di detik-detik terakhir fase transfer menghempaskan keinginan Crystal Palace untuk menggunakan jasa Wilshere.

Kesepakatan Wilshere dengan pelatih Bournemouth Eddie Howe tercapai pada Rabu, 31 Agustus 2016 malam waktu London. Sebelumnya, pelatih Crystal Palace Alan Pardew sudah yakin Wilshere akan bergabung dengan timnya.

Dua tawaran itu membuat Wilshere berpikir, dan akhirnya memutuskan bergabung dengan Bournemouth untuk masa pinjam setahun ke depan. Harga yang harus dibayar Bournemouth adalah 2 juta Poundsterling, sekitar Rp 35 miliar dan membayar gaji penuh Wilshere sebesar 80 ribu Poundsterling.

Selain Palace dan Bournemouth, tim papan atas Italia AS Roma juga menyatakan tertarik dengan Wilshere. Namun pemain 24 tahun itu ragu bisa bermain rutin karena persaingan lini tengah yang ketat. Di sana ada Radja Nainggolan, Daniele De Rossi, Leandro Paredes, dan Kevin Strootman.

Peminjaman Wilshere ini dinilai sebagaian pengamat sebagai ironi Arsenal. Pasalnya Wilshere adalah pemain tim nasional Inggris yang punya masa depan. Ternyata banyaknya pemain gelandang Arsenal membuat Wilshere harus mencari tim untuk bisa bermain rutin.

Wilshere bermain di timnas. (skysport)

"Wilshere adalah tambahan yang bagus buat tim," kata Neill Blake, presiden Bournemouth. "Dia adalah pemain yang tak lagi perlu diperkenalkan. Kami senang mengucapkan selamat datang kepada pemain sekaliber dia," tambah Neill.

Ironi lain Arsenal di fase transfer yang baru ditutup adalah Moussa Sissoko. Pemain Newcastle United itu pindah ke Totentham Hotspur dengan badrol 30 juta Poundsterling, sekitar Rp 480 miliar. Sama seperti Wilshere keputusan difinalisasi di akhir-akhir tenggat transfer.

Sejatinya Sissoko adalah penggemar Arsenal dan berharap bisa bermain untuk Arsenal. "Arsenal adalah salah satu klub terbaik Eropa. Dibidik oleh klub seperti itu menandakan seseorang adalah pemain berkualitas," kata Sissoko pertengahan tahun lalu.

Namun ternyata statement-nya itu tak membuat pelatih Arsene Wenger meliriknya. Padahal Sissoko bermain gemilang untuk tim nasional Prancis pada perhelatan Piala Eropa 2016 lalu. "Semua orang tahu, saya sering bilang bahwa Arsenal adalah klub yang ada di hati saya," kata dia.

Sissoko bersama Prancis. (dailymail)

Ironi Sissoko menarik untuk disimak musim ini. Arsenal dan Tottenham adalah rival abadi di Liga Inggris. Sama-sama berada di utara London, kedua tim selalu terlibat pertandingan dengan tensi tinggi. ""Saya ingin bermain bagus dan melawan tim-tim bagus," Sissoko soal kepindahannya ke Tottenham.

TITO SIANIPAR | DAILYMAIL | ESPN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments