hero
Menteri Agama Lukman Hakim saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Senin, 29 Agustus 2016. (Net/Nur)

EDITOR : OCTOBRYAN

30 Agustus 2016, 00:35 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Menunggu memang selalu jadi masalah, apalagi makan waktu tahunan. Jika kesabaran tidak berada dalam genggaman, jalan berisiko pun dilalui.

Kasus yang dialami 177 calon haji asal Indonesia beberapa hari lalu bisa jadi acuan. Mereka terpaksa cari cara lain guna menuju ke Tanah Suci dengan lebih cepat.

Waktu tunggu ini ditenggarai menjadi akibat rendahnya kuota haji yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi. Indonesia, negara dengan jumlah umat Muslim terbesar dunia, mendapatkan alokasi terbanyak dengan 211.000 orang. Namun, karena kawasan Masjid Al-Haram tengah menjalani perluasan akibat renovasi, maka peruntukan untuk calon haji tahun 2016 pun berkurang menjadi 168.800 orang.

Melihat hal tersebut, Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat mendesak Pemerintah segera mengatasi panjangnya antrean jemaah haji Indonesia. Untuk itu, DPR meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melobi negara-negara lain agar bisa memanfaatkan kuota haji mereka dialihkan ke Indonesia.

“Komisi VIII DPR RI mendesak Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin untuk meningkatkan diplomasi dengan Pemerintah Arab Saudi dan melakukan kerjasama dengan negara yang memiliki sisa kuota tidak terpakai agar dapat diberikan ke pemerintah Indonesia,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher, usai rapat kerja dengan Menteri Agama di Gedung DPR RI, Senin, 29 Agustus 2016.

Mendapat kritikan tajam dari DPR, Menteri Agama Lukman Hakim mengatakan mulai tahun depan tidak terjadi lagi pemotongan kuota 20 persen, seperti beberapa tahun terakhir.

"Tahun ini pemerintah Arab Saudi berjanji akan menuntaskan rehabilitasi, tahun depan kembali normal, tidak terpotong 20 persen," ujarnya.

Terkait usulan supaya pemerintah melobi Arab Saudi agar membolehkan Indonesia menggunakan kuota haji negara lain, Lukman menjawab sudah pernah dicoba, tapi belum berhasil karena tidak ada regulasinya.

"Bagaimana kuota negara lain yang tidak digunakan itu bisa digunakan Indonesia. Sehingga memperpendek antrean. Tapi yang jelas kita sudah upayakan," ujarnya.

Dia menambahkan, celah menggunakan kuota negara lain di ASEAN, hanya ada di Filipina. Sementara Thailand dan Brunei, jemaahnya sudah harus menunggu 2 sampai 3 tahun. Lebih parah lagi Singapura 34 tahun dan Malaysia 70 tahun.

NUR INDAH

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments