hero
Kontingen Australia di Olimpiade. (the guardian)

EDITOR : TITO SIANIPAR

30 Agustus 2016, 15:30 WIB

AUSTRALIA

Ketua Komisi Olahraga Australia (ASC) Simon Hollingsworth mengundurkan diri terkait kegagalan Australia di Olimpiade Rio 2016. Pejabat olahraga pertama yang mengundurkan diri dalam sejarah Australia di Olimpiade.

"Saya mengambil keputusan ini terkait Olimpiade Rio," kata Simon seperti dikutip Reuters, Selasa, 30 Agustus 2016. "Saya memang menunggu untuk mengumumkannya untuk menghindari pengalihan isu," imbuh mantan atlet lari ini.

Simon menduduki jabatan chief executive dari Komisi Olahraga sejak lima tahun lalu. "Ketika bergabung, saya pernah bilang, passion saya adalah olahraga dan kebijakan publik," kata dia. "Suatu kehormatan dan kebanggaan memimpin ASC selama lima tahun terakhir."

Pria kelahiran 9 Mei 1972 itu mundur terkait kegagalan Australia mencapai target medali di Olimpiade Rio 2016. Australia hanya mengumpulkan 8 emas, 11 perak, 10 perunggu dan berada di peringkat sepuluh olimpiade.

Simon Hollingsworth (ASC)

Hasil Rio itu gagal memenuhi target yang ditetapkan Komisi Olahraga, yakni 16 emas dan masuk lima besar. Selain itu, Olimpiade 2016 juga merupakan hasil terburuk Australia di abad ke-21. Pada Olimpiade Sydney 2000 58 medali, Athena 2004 50 medali, Beijing 2008 46 medali, dan London 35 medali.

Selain target yang tak tercapai, Simon juga merasa bertanggung jawab karena merasa gagal dengan program olahraga yang diprakarsainya, Winning Edge. Tim Australia di Olimpiade Rio dikritik karena menghabiskan dana publik total US$ 251 juta, sekitar Rp 3,3 triliun.

Meski mengundurkan diri, Simon masih akan memimpin ASC hingga September 2016 mendatang sebelum diambil alih Direktur Matt Favier. "Berakhirnya Olimpiade Rio, ASC bisa fokus untuk masa mendatang. Dan saatnya saya menempuh langkah baru," kata Simon.

Indonesia sendiri berada di peringkat 46 Olimpiade Rio dengan perolehan 1 emas dan 2 perak. Target Indonesia sebelum Olimpiade adalah meraih 3 emas. Tapi beda negara, beda budaya. Tak ada yang mengundurkan diri seperti Simon di Indonesia.

TITO SIANIPAR | REUTERS | THE GUARDIAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments