hero
Foto: Reuters/Kate Munsch

EDITOR : FAJAR ANUGRAH PUTRA

30 Agustus 2016, 12:15 WIB

INDONESIA

Situasi darurat bisa terjadi kapan saja, tanpa diduga dan datang tiba-tiba. Bencana alam sampai serangan teror umumnya datang tak terduga, atau sinyal-sinyalnya sudah terbaca namun diremehkan.

Beberapa negara yang rawan dengan situasi genting sudah memiliki skenario dan rencana tanggap darurat untuk rakyatnya. Semua itu dibuat untuk mengurangi jatuhnya korban meninggal dunia saat bencana tiba. Karena nyawa manusia lebih bernilai ketimbang materi.

Seperti apa saja?
 

1. Jepang

Latihan menghadapi gempa bumi sudah dilakukan sejak di bangku Sekolah Dasar (SD) di seluruh penjuru Jepang. Anak-anak SD akan dilatih secara rutin sebulan sekali setiap tahun untuk mengulang-ulang skenario menyelamatkan diri ketika bumi berguncang.

Berlindung di bawah meja sambil duduk jongkok dan melindungi kepala dengan tangan sudah biasa dilakukan oleh siswa SD di Jepang. Biasanya mereka juga dilengkapi kerudung penutup kepala dengan busa untuk melindungi dari benda-benda yang jatuh.
 

Tak hanya itu, Jepang juga memiliki manajemen informasi yang cepat untuk memberitahukan rakyatnya mengenai datangnya bencana alam, terutama gempa bumi dan tsunami.  Informasi tersebut akan diumumkan melalui radio, televisi hingga pesan resmi berantai memakai aplikasi messenger di telepon pintar.

 

Foto: Reuters/Tyron Siu



Jepang dikenal memiliki sistem peringatan dini datangnya gempa bumi (Japan Earthquake Early Warning System) yang akan memberitahu sekitar 50 detik sebelum gempa bumi terjadi. Sistem ini bekerja dengan memantau ribuan seismometer, alat pendeteksi getaran perut bumi, yang tersebar di seluruh wilayah Jepang. Bila ada dua atau lebih seismometer memberikan sinyal adanya getaran dengan skala tertentu, maka sistem dengan otomatis akan menganalisis dan memprediksi di wilayah mana gempa akan terjadi dan berapa skala richter-nya.

Sistem ini akan memberitahu ke publik bila prediksi gempa buminya akan terjadi di atas 3,5 skala richter. Saat sistem menyala maka kereta api akan berhenti, pekerja pabrik segera keluar dari tempat kerjanya dan warga bisa menghindari tempat-tempat yang rawan roboh saat gempa, seperti jembatan atau gedung tinggi.

Sistem ini juga bekerja untuk memprediksi datangnya gelombang tsunami setelah gempa bumi terjadi di laut.
 

2. Swiss

Semua rumah dan bangunan di Swiss yang dibangun setelah 1963 diwajibkan memiliki bunker. Bunker tersebut harus tahan ledakan bom nuklir dalam radius minimal 700 meter dan berkekuatan 12 megaton.
 

3. Thailand dan Srilanka

Thailand dan Srilanka memasang rambu-rambu penunjuk arah di semua wilayah pantai mereka. Rambu-rambu penunjuk arah ini akan mengarahkan penduduk ke daerah yang lebih tinggi dan melalui rute yang lebih singkat. Tujuannya untuk menyelamatkan sebanyak mungkin manusia bila gelombang tsunami datang.

Pengalaman tsunami 2004 yang menewaskan sekitar 250 ribu orang benar-benar meninggalkan pengalaman pahit bagi Thailand dan Srilanka.

 

Foto: Reuters/Mainichi Shimbun


 

4. Amerika Serikat

Amerika Serikat memiliki sistem peringatan dini yang akan disampaikan pesan singkat kepada seluruh orang yang berada di wilayah rawan bencana. Pesan itu merupakan hasil analisis dan prediksi Badan Cuaca Nasional (National Weather Service) serta Badan Kelautan dan Udara Nasional (National Oceanic and Atmospheric Administration).

Pesan-pesan yang disampaikan biasanya terkait gempa bumi, tornado sampai badai. Penduduk akan diminta berlindung di bunker atau tempat-tempat aman yang telah ditunjuk pemerintah.


DEUTSCHE WELLE

 


 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments