hero
Ilustrasi gedung Mahkamah Agung\NET. Vino Fernando

EDITOR : REZA ADITYA

26 Agustus 2016, 19:00 WIB

INDONESIA

Bekas Ketua Tata Usaha Pengadilan Negara Medan Tripeni Irianto Putro mencabut permohonan kasasinya di Mahkamah Agung. Kuasa hukum Tripeni, Djaka Sutraska, mengatakan ada beberapa faktor pencabutan permohonan kasasi kliennya itu.

"Pertama, faktor komunikasi dengan keluarga yang sudah merasa cukup atas putusan di pengadilan tinggi, jadi tidak usah sampai ke Mahkamah Agung," kata Djaka, kepada NET.Z,  Jumat, 26 Agustus 2016. "Jadi kami memutuskan untuk tidak mengajukan upaya hukum lain atau kasasi."

Djaka mengatakan sebelumnya kliennya juga ragu jika mengajukan kasasi di Mahkamah Agung. Keraguan itu antara lain susunan majelis hakim kasasi yang terdiri dari Artidjo Alkostar, Krisna Harahap dan M.S. Lumme. Tiga hakim agung itu terkenal sadis memberikan vonis berat kepada koruptor. Artidjo, yang merupakan ketua kamar pidana di Mahkamah Agung, adalah pionir dalam memberikan hukuman berat kepada koruptor.

"Jadi kalau mengajukan kasasi kami akan gambling, takut hukumannya ditambah lagi," kata Jaka. Bahkan Jaka bersyukur dengan keputusannya mencabut kasasi. "Alhamdulillah karena setelah kami cabut, jadi ya sudah Tripeni hanya menjalankan hukuman sesuai putusan sebelumnya." Dicabutnya kasasi Tripeni pada 11 Agustus 2016 lalu. Berbarengan dengan vonis kasasi O.C Kaligis.

Sebelumnya, majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi memberikan vonis dua tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan. Tripeni terbukti menerima uang suap dari pengacara kondang Otto Cornelis Kaligis senilai SGD 5.000 dan U$ 15.000. Uang itu berasal dari Gubernur Sumatera Utara Nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti.Duit itu untuk mempengaruhi putusan perkara Gatot yang sedang ditangani Tripeni.

Tak puas dengan vonis itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman kepada Tripeni menjadi empat tahun dengan jumlah denda yang sama. KPK tidak berniat mengajukan kasasi. Musababnya, jumlah hukuman Tripeni setelah vonis banding sama dengan tuntutan, yaitu empat tahun.

Terungkapnya kasus ini saat KPK melakukan operasi tangkap tangan pada Juli 2015. Saat itu KPK menangkap Tripeni dan anak buah Kaligis, M. Yagari Bhastara Guntur, saat sedang bersama-sama di gedung PTUN Medan. Dari sana, KPK kemudian menemukan bukti berupa uang tunai yang jumlahnya seperti dalam vonis.

REZA ADITYA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments