hero
Ilustrasi Rohadi dan Gedung Mahkamah Agung\NET. Felly

EDITOR : REZA ADITYA

26 Agustus 2016, 22:30 WIB

INDONESIA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan hukuman tambahan untuk Rohadi, panitera pengganti di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, yang terjerat dugaan suap dalam perkara asusila Saipul Jamil alias Bang Ipul. Ternyata, Rohadi tak hanya diduga menerima uang dalam perkara Bang Ipul.

Tapi, Komisi menemukan bukti bahwa Rohadi menerima gratifikasi pada sebuah kasus yang sedang berperkara di Mahkamah Agung. "Jadi Rohadi selaku panitera pengganti di PN Jakarta Utara dan panitera pengganti pada PN Bekasi, diduga telah menerima hadiah atau janji," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, di kantornya, Jumat, 26 Agustus 2016.

Itu artinya, KPK kembali memberikan gelar tersangka dalam dua kasus kepada Rohadi. KPK menjerat Rohadi dengan Pasal 17 huruf (a) atau Pasal 11 atau Pasal 12 huruf (B) Undang-Undang tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Priharsa mengatakan Komisi sebelum memberi 'gelar' kepada Rohadi melakukan penggeledahan di tiga rumah keluarganya di Indramayu, Jawa Barat; dan sebuah apartemen milik Rohadi di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Penggeledahan telah dilangsungkan kemarin sejak pukul 4 sore dan berakhir tengah malam. Dari hasil penggeledahan penyidik telah menyita sejumlah dokumen dan barang elektronik, dan satu mobil Toyota Yarris" ujar Priharsa. Sayangnya, sampai saat ini Priharsa emoh memberitahukan kasus apa yang melibatkan Rohadi di Mahkamah Agung.

Juga peran Rohadi dalam kasus itu. "Mengenai detil perkaranya belum bisa saya sampaikan, termasuk juga dari mana, karena pasal yang dikenakan adalah pasal gratifikasi, jadi fokus pada penerimaan," kata dia.

Belum juga perkara Bang Ipul selesai, Rohadi rupanya punya sampingan dalam perkara lain. Di kasus Bang Ipul, Rohadi disangka menerima uang suap Rp 250 juta dari pengacara serta kakak Bang Ipul. Mereka adalah Berta Natalia dan Kasman Sangaji serta Samsul Hidayatullah.

INDRIA LITA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments