hero
Anak merokok. (youtube)

EDITOR : TITO SIANIPAR

25 Agustus 2016, 16:10 WIB

INDONESIA

Menaikkan harga jual rokok untuk mencegah anak-anak merokok malah bisa menjadi bumerang. Menteri Perempuan dan Anak Yohana Yambise mengatakan anak bisa melakukan tindakan kriminal karena mahalnya rokok.

Menurut Yohana, para perokok termasuk anak-anak akan tetap mengonsumsi rokok meski harga dinaikkan. "Mereka bisa melakukan perampokan, pencurian guna mendapatkan uang untuk membeli rokok," kata Yohana, di Palembang, 25 Agustus 2016.

Kejahatan yang dilakukan anak-anak itu, tambah Yohana, bisa dilakukan dalam kelompok maupun secara individu. 

Wacana kenaikan harga rokok masih bergulir. Salah satu pendukungnya adalah Prof Hasbullah Thabrany. Menurut dia, harga rokok di Indonesia yang murah membuat jumlah perokok tinggi. Ia mengusulkan harga rokok yang sekarang rata-rata Rp 20 ribu dinaikkan menjadi Rp 50 ribu per bungkus.

Menurut Yohana, meski dinaikkan segitu, anak-anak masih bisa membeli dengan cara ketengan atau per batang. "Rokok ini tidak bisa didiskriminasi apakah berdasarkan orang tua yang ekonominya kuat atau lemah," kata dia.

BACA JUGA: 
Rokok Murah, 60 Juta Perokok Aktif Ada di Indonesia!
Dari Mana Angka Rp 50 Ribu Per Bungkus Rokok Berasal?
Ini Kata Sri Mulyani Soal Kenaikan Cukai Rokok
Deddy Corbuzier dan Derby Romero Tak Sepaham Soal Rokok

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi perokok anak, kata Yohana, adalah dengan mengetatkan penjualan rokok. "Batasi penjualan penjualan rokok. Jangan bebas di jual di kios-kios," pungkasnya.

ARDHIANSYAH NUGRAHA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments