Festival Lembah Baliem. (NET/Albert Sumilat)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

23 Agustus 2016, 05:30 WIB

PAPUA, INDONESIA

Pagelaran budaya tertua di Bumi Cenderawasih, Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) kembali digelar pada 8 hingga 10 Agustus 2016 lalu di Wamena, Papua. Acara ini biasa diadakan pada bulan Agustus sekaligus untuk merayakan kemerdekaan Republik Indonesia.

Festival Lembah Baliem. (NET/Albert Sumilat)

Sorakan ratusan anggota Batalyon 756 Wimane Sili, membuka festival yang kali ini diselenggarakan di lapangan Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya. Sejumlah tarian dan lagu tradisional dari sejumlah daerah di Indonesia dipadu menjadi sebuah tarian kolosal.

FBLB kali ini diikuti oleh 40 distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Ribuan penduduk asli Wamena dari Suku Dani, Lani dan Yali tampil lengkap dengan atribut khas mereka. Salah satu atraksi yang paling dinanti adalah perang-perangan. Perang ini memang bukan perang sungguhan. Sejak tahun 1989 pemerintah daerah telah melarang perang antar suku yang kerap terjadi. Sebagai gantinya, diselenggarakanlah Festival Lembah Baliem.

Festival Lembah Baliem. (NET/Albert Sumilat)

Layaknya pertunjukan drama, atraksi bermula dari kisah yang memicu terjadinya suatu perang. Seperti penculikan warga, perebutan lahan hingga pencurian babi. Nggak hanya perang-perangan, kamu juga bisa melihat tradisi lainnya, seperti upacara bakar batu. Ini adalah kegiatan masak-memasak tradisional khas Suku Dani. Semua saling terlibat, baik perempuan ataupun laki-laki.

Festival Lembah Baliem. (NET/Albert Sumilat)

Para lelaki bertugas membuat lubang tempat untuk memasak dan membuat api untuk membakar batu. Sementara para “Mama” sebutan untuk wanita dewasa, menyiapkan bahan-bahan untuk dimasak. Batu yang telah panas, kemudian disusun memenuhi rumput baru kemudian bahan makanan dimasukan. Mulai dari umbi-umbian, jagung hingga daging babi.

Festival Lembah Baliem. (NET/Albert Sumilat)

Tradisi bakar batu ini biasanya dilakukan untuk perayaan tertentu seperti kelahiran, pernikahan, upacara kematian atau pesta usai perang. Kini, upacara bakar batu dilakukan untuk menyambut tamu atau pertunjukan bagi wisatawan.

Festival Lembah Baliem. (NET/Albert Sumilat)

Penyelenggaraan FBLB ternyata mampu menyedot lebih dari 10 ribu wisatawan. Wisatawan domestik masih mendominasi dengan jumlah 9.226 orang, sedangkan wisatawan mancanegara sebanyak 836 orang. Festival Lembah Baliem, nggak hanya sebagai ajang tahunan semata, namun acara ini bak wujud indah Papua yang sebenarnya.

EDUARD VIDYADI

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments