hero

EDITOR : DEWI RACHMAYANI

22 Agustus 2016, 06:05 WIB

BRASIL

Sepertinya, David Katoatau merupakan atlet paling lucu di Olimpiade Rio. Setiap selesai beraksi di cabang angkat besi, mau berhasil atau tidak, ia pasti akan joget!

Gak heran, karena itu aksinya selalu ditunggu-tunggu. Aksi angkat besi, juga aksi dance-nya tentunya. Bahkan sambutan penonton untuk David, lebih meriah dibandingkan applaus untuk atlet angkat besi tuan rumah, Brasil. Ini tingkah David usai berlaga di Olimpiade Rio.

Ciri khas David dan tariannya bermula 2 tahun lalu, saat negaranya, Kiribati, untuk pertama kalinya dapat emas di ajang olahraga level internasional. Saat itu, David ikut pertandingan Negara Persemakmuran Inggris di Glasgow, Skotlandia. Ini aksinya saat itu yang langsung mencuri perhatian dunia.

David menari bukan tanpa tujuan. Ia menari untuk menarik perhatian masyarakat dunia akan ancaman perubahan iklim yang sedang mendera negaranya, Kiribati, sebuah negara kepulauan di Samudera Pasifik. “Banyak orang tidak tahu dimana Kiribati. Saya ingin orang tahu lebih banyak tentang kami, jadi saya menggunakan angkat besi dan tarian saya untuk menunjukkan kepada dunia,” kata David.

Peneliti memperkirakan bencana alam akan segera mendera Kiribati yang juga memiliki 21 pulau tak berpenghuni. “Tahun lalu saya membuat surat terbuka kepada dunia, memberitahu tentang rumah-rumah yang hilang karena permukaan laut naik. Saya tidak tahu berapa tahun lagi sebelum semuanya tenggelam. Kami tidak punya sumber untuk menyelamatkan diri sendiri,” tutur David.

Kiribati (Worldatlas)

Saat mendapat emas di Glasgow 2 tahun lalu, David mendapat hadiah uang sebesar 110 juta rupiah. Uang itu ia gunakan untuk membangun rumah untuk orang tuanya. Tepat setelah rumah selesai dibangun, angin topan merusak rumah tersebut. Kiribati, memang rentan diterjang bencana.

Tak hanya rawan bencana, Kiribati juga minim fasilitas, termasuk fasilitas olahraga. Ini yang dialami David, “Tidak ada gym di sana saat kecil saya mulai latihan. Sekarang pun masih tidak ada gym. Saya berlatih di pantai, langsung di bawah matahari. Besinya bisa terlalu panas untuk dipegang jadi saya harus latihan mulai jam 6 pagi.”

David Katoatau (Reuters)

Menyerah kah David? Tidak! Ia buktikan, atlet dari negara minim fasilitas dan rawan bencana alam pun, bisa berkiprah di ajang olahraga paling bergengsi di dunia, olimpiade.

Di Olimpiade Rio, ia bukan atlet yang paling cemerlang. Ia ada di posisi ke-6 pada kelompok B dengan torehan 349 kilogram. Namun yang pasti, ia salah satu atlet yang paling berhasil mencuri hati penonton.

THE SUN | REUTERS

 

 

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments