hero

EDITOR : OCTOBRYAN

21 Agustus 2016, 18:40 WIB

INDONESIA

Terbatasnya kuota haji Indonesia membuat sebagian umat Muslim mencari cara lain untuk bisa beribadah ke tanah suci. Salah satunya adalah memanfaatkan kuota jemaah haji negara tetangga, Filipina.

Sayang, hanya satu langkah lagi menuju pesawat Philippine Airlines (PAL) yang akan mengantarkan 177 warga negara Indonesia (WNI) itu ke Madinah, mereka dihentikan oleh imigrasi Bandara Internasional Ninoy Aquino, Manila.

Para jemaah itu diturunkan dari pesawat karena tidak bisa berbicara dalam bahasa Filipina. Setelah diperiksa, mereka mengaku sebagai WNI yang tiba di Filipina dengan status sebagai wisatawan.

Imigrasi mendapati mereka ternyata bukan warga negara Filipina, meski memegang paspornya. 177 WNI itu ketahuan memakai paspor palsu yang didapatkan dengan bantuan calo.

Menanggapi hal itu, Wakil Kementerian Luar Negeri Muhammad Achir Bahas menyatakan saat ini pemerintah Indonesia berupaya menjalin komunikasi intens dengan otoritas Filipina guna menyelesaikan masalah 177 WNI di Filipina saat akan terbang ke Arab Saudi untuk berhaji.

"Kami terus berkoordinasi dengan Filipina. kalau dilihat para WNI inikan korban, kita harus lihat pelakunya," ujarnya, Minggu, 21 Agustus 2016.

Dirinya menambahkan hal itu kemungkinan terjadi karena ketidaktahuan dan terbatasnya kuota ibadah haji untuk warga negara Indonesia. Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh segelintir oknum dengan menawarkan berbagai kemudahan, salah satunya adalah menggunakan paspor palsu dari Filipina. Permasalahan ini, juga hadir karena beberapa negara tidak mengoptimalkan penggunaan kuota ibadah haji untuk warga negaranya.

"Kita harus melihat itu secara keseluruhan. Tapi pemerintah menangani ini secara hati-hati karena menyangkut aturan perundangan Filipina," tambahnya.

Hingga kini kemenlu masih belum bisa menarik kesimpulan mengenai kasus ini sebagai dasar rekomendasi mengenai langkah yang harus dilakukan. Belum diketahui secara pasti rencana pemulangan dari 177 WNI tersebut.

Pemakaian paspor Filipina oleh jamaah haji Indonesia bukan pertama kali terjadi. Modus kejahatan ini sudah pernah dibongkar oleh Kepolisian di Pare-pare, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu, termasuk menangkap agen perjalanan yang memberangkatkan para calon jamaah haji. Pihak “agen nakal” itu memanfaatkan kuota yang diberikan Pemerintah Saudi untuk jamaah haji asal Filipina.

Sebelumnya, dikutip dari Arab News, Konsul Jenderal Filipina di Arab Saudi, Imelda Panolong, menyatakan kuota jamaah haji dari Filipina masih tersisa lebih dari 1.000 orang. Filipina memperkirakan jumlah jamaah hajinya tahun 2016 hanya 6.841 orang atau lebih sedikit dari kuota yang diberikan Pemerintah Saudi sebanyak 8.000 orang.

Dari perkiraan 6.841 jamaah haji Filipina, baru 749 jamaah Filipina yang sudah tiba di Saudi untuk mengikuti ritual haji tahun ini.

ARAB NEWS | CINDY MELODI | YUSUF REZA PERMADI

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments