hero
Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian mengikuti prosesi pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 16 Maret 2016. [TEMPO/Aditia Noviansyah; AN2016061606]

EDITOR : REZA ADITYA

19 Agustus 2016, 23:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kepala Polri, Jenderal Tito Karnavian, mengatakan institusinya butuh bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuat tim khusus investigasi kasus rasuah. Khususnya, kata Tito, kasus-kasus korupsi besar yang ada di negara ini.

"Sepakat untuk melakukan join investigation, jadi investigasi bersama dalam beberapa kasus tertentu yang kita anggap penting," kata Tito, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat, 19 Agustus 2016. "Kami perlu bekerja sama, KPK punya kelebihan image yang sudah sangat positif, kekuatan kewenangan yang kuat."

Tito mengatakan KPK tidak bisa bergerak sendiri dalam memberantas korupsi. Musababnya, sebagian dari penyidik komisi antirasuah itu berasal dari Korps Bhayangkara. Begitu juga Polri yang harus didukung KPK dalam menjalankan tugasnya memberantas kasus korupsi. 

Tak hanya untuk investigasi kasus besar, Tito juga menginginkan KPK bertindak aktif dalam hal pencegahan. Misalnya, kata Tito, memberikan pengarahan di kalangan komunitas polisi. Seperti Persatuan Istri Bhayangkari, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Akademi Kepolisian.

"Jadi kalau ada sosialisasi tindak pencegahan korupsi di daerah, masuk juga ke kantor polisi, membantu memberikan pengarahan terhadap mereka," kata Tito.

Tito juga berharap anggota Polri yang bertugas di KPK bisa menjadi agent of change ketika kembali ke satuan kepolisian. Musababnya, kata Tito, untuk menularkan sisi positif dari budaya kerja di KPK yang baik.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo menyambut baik ajakan Polri. Agus menyarankan nantinya akan ada surat penyidikan elektronik yang dibuat bersama untuk menginvestigasi kasus korupsi besar. "Kita akan memperkenalkan electronic surat perintah dimulainya penyidikan ya, jadi nanti dimulainya penyidikan seluruh Kejaksaan Negeri diawasi oleh Polri, Jaksa Agung dan KPK," kata Agus.

ADI SURYO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments