hero
Iver Huitfeldt Class Frigate

EDITOR : FAJAR ANUGRAH PUTRA

19 Agustus 2016, 13:33 WIB

INDONESIA

Kapal perang masih memiliki peran strategis dalam doktrin dan peralatan angkatan perang di banyak negara. Apalagi negara yang memiliki wilayah laut atau punya berbagai kepentingan di luar negeri.

Kapal perang (dan unsur sistem kesenjataan lainnya) sering digunakan sebagai alat diplomasi dan penggetar lawan. Lihat bagaimana Amerika Serikat (AS) yang memiliki Angkatan Laut yang besar dan modern. Semua armada Angkatan Laut Amerika diperkuat kapal induk bertenaga nuklir, kapal-kapal perang jenis destroyer dan cruiser hingga kapal selam yang memiliki peluru kendali balistik antar benua yang bisa ditembakkan dari dalam laut. Semuanya digunakan bukan hanya untuk melindungi tanah air Amerika dari serangan, namun jaga melestarikan kepentingan mereka di penjuru dunia.

Indonesia yang menjadi negara kepulauan terbesar di dunia belum memiliki kekuatan dan postur Angkatan Laut yang besar serta modern. TNI-AL memang memiliki seratusan kapal perang, namun mayoritas kapal-kapal itu berteknologi lama dan sudah tua. Bila dibandingkan dengan Australia, Singapura atau Vietnam, kualitas kapal perang TNI-AL masih kalah.

Makanya penting bagi Indonesia memperkuat Angkatan Lautnya sekaligus meningkatkan wawasan, keahlian dan kesehjateraan prajuritnya. Jangan lupakan juga doktrin perang dan manajemen kesatuan operasi dengan angkatan lain.

Bicara soal kekuatan Angkatan Laut, salah satu kapal yang banyak dipakai dan diandalkan ialah kapal perang jenis frigate. Kapal perang jenis frigate merupakan kapal kombatan yang memiliki panjang, bobot dan fungsi di atas kapal perang jenis korvet.  

Kapal perang jenis frigate popular terutama di negara-negara dengan anggaran militer di bawah negara-negara maju. Namun banyak juga negara maju dan kaya memakai kapal frigate, seperti Prancis, Belanda, Jepang, Rusia atau Jerman. Kemampuannya yang lengkap dan biaya operasinya yang relatif ekonomis menjadi salah satu alasannya.

Tidak ada patokan standar berapa bobot atau panjang kapal perang jenis frigate. Karena berat dan ukuran tergantung setiap negara produsen dan doktrin peperangan mereka. Tapi secara umum kapal-kapal perang jenis frigate memiliki bobot di atas 4000 ton, panjang melebihi 125 meter dan memiliki kemampuan peperangan anti serangan udara, anti kapal permukaan sampai memburu dan menghancurkan kapal selam.

Berikut lima kapal perang jenis frigate terbaik di dunia, mengutip dari Military Today. Variabel yang menentukan kapal-kapal ini masuk kategori terbaik di dunia ialah sensor dan radar yang dimiliki, sistem manajemen pertempuran, sistem elektronika dan persandian kapal, persenjataan yang bisa dibawa, kekuatan mesin sampai desainnya.

Salah satu kapal sedang dibidik oleh militer Indonesia:

1. Kapal frigate kelas Admiral Gorshkov (Rusia)

Kapal ini menjadi kapal frigate terbaik di dunia karena kemampuan peperangan yang diembannya. Admiral Gorshkov Class mampu menjalani peperangan dengan kapal permukaan, memburu kapal selam, merontokkan pesawat terbang sampai operasi-operasi pelumpuhan perompak dan bantuan tembakan ke darat.

Admiral Gorshkov Class memiliki ragam senjata seperti rudal mematikan jarak jauh Kalibr-NK yang memiliki jarak tembak 2500 kilometer, rudal anti kapal permukaan P-800 Oniks (Indonesia memilikinya dengan nama rudal Yakhont) yang jarak tembaknya 300-500 kilometer dan rudal anti kapal selam yang bisa memburu sasaran sampai 50 kilometer lalu masuk ke laut saat sudah dekat. Ada juga rudal anti serangan udara yang bisa menembak pesawat sampai jarak 120 kilometer hingga torpedo kaliber 330 milimeter.

Kapal frigate Admiral Gorshkov Class memiliki panjang 135 meter, bobotnya 4500 ton, awaknya sebanyak 210 orang, kecepatannya hingga 29,5 knot (55 kilometer per jam) dan bisa berlayar non-stop selama 15 hari.

 


 

2. Kapal frigate kelas Sachen Class (Jerman)

Jerman memiliki reputasi sebagai salah satu negara produsen perlengkapan militer terbaik di dunia. Jerman saat ini memiliki kapal frigate Sachen Class, kapal perang dengan teknologi terbaru dan canggih di Eropa.

Kapal ini memliki rudal Harpoon yang termashyur untuk menghajar kapal permukaan lawan, kanon Oto Melara 76 milimeter dan torpedo dengan kaliber 324 milimeter. Sensor dan radarnya yang canggih membuat Sachen Class memiliki keunggulan mendeteksi kapal, pesawat sampai kapal selam lawan meski jaraknya masih di luar horison.

Kapal Sachen Class memiliki panjang 143 meter, bobot 5780 ton, kecepatan sampai 29 knot (54 kilometer per jam) dan sanggup berlayar beberapa minggu.
 


 

3. Kapal perang frigate kelas Iver Huitfeldt (Denmark)

Ini adalah kapal perang frigate yang sedang dibidik Indonesia. Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu dan tim dari Mabes TNI serta Mabes TNI-AL sudah berkunjung ke Denmark untuk menjajaki kemungkinan pembelian kapal ini.

Iver Huitfeldt Class adalah jenis kapal perang frigate yang bisa dipasangi persenjataan, sendor dan radar sesuai pesanan negara pembeli. Artinya, kapal ini sangat customize.

Kapal dengan panjang 138,7 meter, bobot 6645 ton dan kecepatan 30 knot (55,5 kilometer perjam) ini diawaki 101 prajurit.
 


 

4. Kapal perang figate kelas Alvaro de Bazan (Spanyol)

Kapal frigate Alvaro de Bazan Class memiliki keunggulan peperangan anti serangan udara berkat sistem manajemen tempur AEGIS buatan Amerika Serikat. Spanyol memiliki lima kapal perang ini, dan Australia serta Norwegia masing-masing punya satu.

Kapal ini juga tangguh menghalau kapal permukaan lawan berkat rudal Harpoon dan kanon 127 milimeter. Belum termasuk beberapa rudal jarak menengah yang canggih.

Alvaro de Bazan Class memiliki panjang sampai 146,7 meter, bobot 5853 ton, kecepatan 28 knot (52 kilometer per jam) dan diawaki hingga 250 prajurit.
 


 

5. Kapal perang frigate kelas Aquitaine (Prancis)

Prancis memesan delapan kapal perang ini, dengan enam di antaranya dioptimalkan untuk anti kapal selam dan dua lagi sebagai perontok pesawat lawan atau anti serangan udara. Aquitaine Class bisa menyerang sasaran di darat yang jaraknya 1000 kilometer hingga operasi penumpasan perompak.

Mesir dan Maroko membeli masing-masing satu kapal Aquitane Class. Kapal frigate dengan panjang 142,2 meter dan bobot 6000 ton sanggup membawa delapan rudal anti kapal permukan Exocet 40 Block 3, 16 rudal Aster untuk anti serangan udara sampai torpedo 324 milimeter.




MILITARY TODAY
 

FAJAR ANUGRAH PUTRA

17

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments