hero
Wakil Presiden Jusuf Kalla\NET. Tim Liputan

EDITOR : REZA ADITYA

18 Agustus 2016, 14:45 WIB

INDONESIA

Wakl Presiden Jusuf Kalla meminta pemerintah Filipina memberi jaminan keselamatan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. Kalla berharap sepenuhnya kepada pemerintah Filipina.

""Oh ya tentu. Karena seperti yang saya katakan, ini kan di Filipina," kata Kalla di Kompleks Parlemen, Kamis, 18 Agustus 2016. "Jadi kami meminta Filipina berusaha dengan baik."

Kalla mengatakan pemerintah Indonesia tak bisa mengintervensi Filipina dalam menjaga keamanan teritorinya. Termasuk dari kelompok separatis seperti jaringan Abu Sayyaf. "Karena apabila ada masalah di laut Indonesia, tentu yang beruaya Indonesia juga. Karena kami tidak mungkin intervensi." 

Lebih lanjut Kalla juga menekankan kepada pemerintah Filipina untuk memberikan jaminan keselamatan tambahan bagi WNI yang hingga kini masih disandera Abu Sayyaf. Apalagi, setelah adanya satu sandera WNI kabur, Muhammad Sofyan, yang kabur dari sekapan kelompok separatis itu.

Kaburnya Muhammad Sofyan dikhawatirkan akan menjadi ancaman bagi sandera lain yang masih berada di pangkuan Abu Sayyaf. Apalagi, pelarian Sofyan itu setelah mendapat ancaman akan dipenggal oleh kelompok  kriminal itu. "Selalu begitu, mereka selalu mengancam. Di manapun juga selalu mengancam," kata Kalla.

Kemarin, satu awak kapal Charles 001 yang dibajak oleh kelompok Abu Sayyaf berhasi melarikan diri. Dia adalah Muhammad Sofyan.Juru bicara militer Filipina dari Komando Mindanao Barat (Westmincom), Mayor Filemon Tan, mengatakan Sofyan diselamatkan oleh warga Pulau Jolo, Filipina, setelah melihatnya terapung di atas jala ikan. 


WIBISONO NOTODIRDJO | STRAIT TIMES

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments