hero
Sekretaris Kabinet Pramono Anung\NET. Tim Liputan

EDITOR : REZA ADITYA

18 Agustus 2016, 23:00 WIB

INDONESIA

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan pemerintah akan membuka opsi untuk merevisi Undang-Undang Kewarganegaraan. Revisi itu nantinya akan mengatur tentang sistem dwi-kewarganegaraan agar tidak menjadi polemik seperti kasus yang menimpa bekas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar.

"Ada usulan dan kebetulan program legislasi nasional (prolegnas) nya bukan sekarang, tapi yang dulu saya tahu tentang permintaan ini memang ada," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 18 Agustus 2016.

Pramono mengatakan rencana merevisi UU Kewarganegaraan dan memasukan sistem kewarganegaraan ganda sebenarnya sudah dicetuskan sejak pemerintahan sebelum era Presiden Joko Widodo.  Pada saat itu, kata Pramono, pemerintah juga mendengarkan aspirasi diaspora yang ingin memiliki kewarganegaraan Indonesia meski sudah lama tinggal di luar negeri.

BACA JUGA:
Kata Wapres JK, Sistem Dua Kewarganegaraan Sudah Jadi Tren Dunia
Ini Alasan Kenapa Status Arcandra Jadi Ramai
Arcandra Tahar Diberhentikan dari Jabatan Menteri ESDM
Dua Kewarganegaraan, Pupus Sudah Impian Gloria Upacara di Istana
Komisi I DPR: Lantik Arcandra, Presiden Jokowi Kecolongan!
Ketika Luhut Memuji Arcandra
 

"Bahkan ada yang sudah menjadi beberapa asosiasi profesor di sebuah perguruan tinggi besar di Amerika, mereka ingin kembali," kata dia. Untuk mengakomodir keinginan itu, ujar Pramono, pemerintah akan berkoordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat.

Keinginan Istana merevisi UU Kewarganegaraan justru ditentang oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto. Wiranto mengatakan pemerintah boleh saja merevisi UU Kewarganegaraan. Namun bukan pada pasal sistem dwi-kewarganegaraan.

"Kita beda dengan Amerika Serikat, beda dengan negara-negara di Eropa, negara kita ini kan sudah kita deklarasikan sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Wiranto. "Dengan demikian maka menuju ke dwi-kewarganegaraan ini perlu kehati-hatian, ini hal yang sangat serius."

 PRIHARDANI PURBA

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments