hero
Ratusan mantan OPM ikrar setia kembali ke NKRI di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. (NET/Andre)

EDITOR : OCTOBRYAN

18 Agustus 2016, 02:05 WIB

PAPUA, INDONESIA

Ratusan anggota Tentara Pembebasan Nasional – Organisasi Papua Merdeka atau yang dikenal dengan singkatan TPN-OPM, menandatangani pernyataan sikap kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pernyataan sikap itu, ditandatangani bertepatan dengan puncak peringatan ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Roh Kudus, Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Rabu, 17 Agustus 2016.

Pernyataan sikap kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dibacakan Boni Telengge, salah satu dari anggota TPN-OPM.

Dikatakan, kembalinya ratusan anggota TPN-OPM itu merupakan keinginan mereka sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun, dan karena mereka melihat bahwa pemerintah serius untuk membangun Kabupaten Puncak Jaya.

"Kami kembali ke Indonesia bukan paksaan siapa-siapa, tetapi kami sendiri yang menginginkan, karena kami melihat bahwa saat ini sudah ada pembangunan di daerah Puncak Jaya,” sebut Boni Telengge.

Menurutnya, sikap ratusan mantan anggota OPM kembali ke NKRI dan akan selalu setia, karena perjuangan Papua Merdeka, hanya perjuangan mimpi yang membawa penderitaan bagi rakyat Papua.

"Perjuangan Papua Merdeka hanya pekerjaan sia-sia dan menimbulkan penderitaan yang berkepanjangan, lebih baik ikut dan mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah," kata dia.

Dengan mendukung pembangunan pemerintah, lanjut Boni, masyarakat Tingginambut kini bisa beraktivitas normal.

"Tidak ada lagi kekerasan, tidak ada lagi penjagaan ketat dari aparat, anak-anak sudah bisa sekolah lagi, dan orang-orang sudah bisa berkebun," paparnya.

Sementara itu Bupati Puncak Jaya, Henock Ibo yang selama empat tahun belakangan ini berjuang untuk membujuk kelompok OPM untuk turun gunung mengatakan bahwa terhambatnya proses pembangunan di daerah pegunungan tengah karena kelompok bersenjata kerap kali melakukan aksi teror pada masyarakat dan aparat keamanan.

"Saya atas nama pemerintah memberikan apresiasi kepada para anggota yang kembali ini, kami akan memberikan bantuan berupa rumah dan pekerjaan kepada mereka, dan bagi yang masih sekolah kami akan fasilitasi untuk mendapat pendidikan yang layak, dan tentu kami akan melibatkan dalam pembangunan daerah ini, " ungkap Bupati.

Dikatakan, dirinya akan terus melakukan pembangunan di berbagai bidang untuk menunjukan kepada kelompok pimpinan Goliat Tabuni bahwa pemerintah serius untuk membangun Kabupaten Puncak Jaya.

Distrik Tingginambut di Kabupaten Puncak Jaya, menjadi zona merah yang dikenal dengan sejumlah kasus penembakan dan kekerasan bagi anggota TNI dan Polri, bahkan warga setempat. Aksi kekerasan ini diduga dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) kelompok Goliat Tabuni.

Tingginambut terletak di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. Untuk menuju ke Tingginambut, dapat dilalui dengan jalan darat dengan menggunakan roda dua atau roda empat. Jarak tempuhnya hanya 30 menit dari Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya.

Pemkab Puncak Jaya terus berusaha membuka keterisolasian di daerah pegunungan ini. Selama ini, Distrik Tingginambut hampir tak ada aktivitas perekonomian warga dan juga pendidikan bagi anak sekolah di daerah itu.

ANDRE

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments