EDITOR : PUTU DYAH

17 Agustus 2016, 16:10 WIB

JAWA TIMUR, INDONESIA

Zaman sekarang, akses informasi bisa kita dapatkan dengan cepat dan instan. Tapi sebelum Indonesia merdeka sudah ada juga lho media yang jadi sarana komunikasi. Namanya majalah 'Panjebar Semangat' yang diterbitkan di Surabaya tahun 1933.

Majalah Panjebar Semangat setia memakai bahasa Jawa. (NET/ Mahesa Nugraha)

Awalnya, Panjebar Semangat dibuat oleh Dokter Sutomo untuk menyampaikan gagasannya soal perjuangan. Konten majalah yang berisi tentang gerakan kebangsaan sempat membuat media ini hilang dari peredaran. Di tahun 60-an, majalah Panjebar Semangat bangkit dari tidurnya. Di masa jayanya, oplah majalah bisa mencapai lebih dari 60 ribu eksemplar per minggu.

Mesin tua untuk mencetak majalah Panjebar Semangat. (NET/ Mahesa Nugraha)

Majalah menggunakan bahasa Jawa sebagai pengantar karena di masa itu hanya sedikit rakyat yang berbahasa Indonesia. Dengan bahasa sehari-hari, mereka bisa menangkap informasi yang membakar semangat juang. Media ini disebar ke seantero Pulau Jawa, Suriname dan Belanda.

Tradisi dan budaya Jawa menjadi pengisi konten majalah. (NET/ Mahesa Nugraha)

Sampai sekarang, Majalah Panjebar Semangat masih hadir demi pembaca setianya. Misinya bukan lagi untuk melawan penjajah. Tapi mempertahankan nilai  tradisi masyarakat Jawa dan menjaga semangat juang para pahlawan.

Setelah 83 tahun, majalah ini masih dibaca oleh sebagian masyarakat. (NET/ Mahesa Nugraha)

Di usianya yang hampir satu abad, majalah Panjebar Semangat masih terus berjuang. Untuk menjaga jejak-jejak kemerdekaan agar tak habis dilekang zaman.

 

MAHESA NUGRAHA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments