hero

EDITOR : REZA ADITYA

16 Agustus 2016, 11:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Sebanyak 6 juta warga negara Indonesia berkarya di luar negeri. Tidak hanya bersekolah, banyak dari mereka mengadu nasib sebagai profesional, pengusaha bahkan inovator dengan beragam hak cipta. 

Keberadaan mereka di luar negeri mengundang uang masuk ke tanah air. Jumlahnya tidak sedikit yakni 130 triliun lebih, jumlah ini bahkan lebih banyak daripada ekspor beberapa komoditas sumber daya alam.

"Oo, luar biasa. Kita ada 6 juta WNI, dari tenaga kerja Indonesia (TKI) saja jumlahnya sekitar 130 triliun. Selain itu banyak juga profesional, jadi kita kaya bukan hanya modal tapi juga teknologi, networking dan sumber daya manusia," ujar Dino Patti Djalal, mantan duta besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat.

Banyak warga negara Indonesia berkarya di luar negeri melepaskan status WNI-nya. Penyebabnya, Indonesia tidak mengakui adanya dwi kewarganegaraan. Dino mengimbau pemerintah untuk merangkul diaspora dalam mempertahankan status WNI-nya.

"Jika mereka dirangkul, bisa memberikan dampak yang luar biasa untuk ekonomi, pembangunan sosial dan promosi budaya Indonesia," tambah Dino.

Kasus kewarganegaraan ganda menuai polemik usai Jokowi memberhentikan Menteri ESDM Arcandra Tahar. Arcandra diketahui memiliki dua paspor yakni Amerika Serikat dan Indonesia. Undang-undang tentang kewarganegaraan Republik Indoensia mengatur WNI tidak boleh memiliki dua kewarganegaraan. Apabila WNI memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri maka otomatis status WNI-nya akan hilang.

CHELZEA VERHOEVEN | TRI ISWANTO

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments