hero
Plt Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Luhut Binsar Pandjaitan\NET. Yassed

EDITOR : REZA ADITYA

16 Agustus 2016, 20:45 WIB

INDONESIA

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengucapkan terima kasih kepada bekas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. Luhut, yang kini menjabat sebagai pelaksana tugas Menteri ESDM, sangat mengapresiasi atas pencapaian yang dilakukan Arcandra meski menjabat 20 hari sebagai menteri energi.

Ucapan terima kasih yang disampaikan Luhut itu tentu bukan tanpa sebab. Luhut menilai Arcandra patut diberikan pujian lantaran mencapai pendekatan kesepakatan perhitungan investasi eksplorasi gas di darat (onshore) Blok Masela di Maluku Selatan yang biayanya jauh lebih murah dengan investor, yaitu Inpex Corporation.

"Kenapa bisa ada usulan Pak Candra cut cost Masela di onshore menjadi tetap US$ 15 miliar. Juga mengenai laut dalam dihemat begitu banyak," kata Luhut, saat mengunjungi kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Selasa, 16 Agustus 2016. "Kita jadi tahu, kok bisa angka itu jadi murah. Itu hak baru yang mencengangkan kita. Kita harus berterima kasih kepada Candra."

Sebelumnya, eksplorasi gas di Blok Masela terkendala lantaran dihadapkan pada dua pilihan. Pertama, pengembangan dilakukan di darat (onshore). Kedua, dilakukan di lepas pantai (offshore). Dua opsi itu ada risiko dan segala keuntungannya. Sampai pada akhirnya, Presiden Joko Widodo memilih pengembangan gas itu dilakuan di darat (onshore).

Ternyata pilihan Presiden Joko Widodo menentukan eksplorasi gas Blok Masela di darat juga mendapat kritikan. Khususnya pada biaya investasi. Kajian Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) merinci pembangunan offshore jauh lebih murah ketimbang onshore.

Rinciannya adalah untuk pembangunan di lepas pantai hanya menghabiskan duit sebesar US$ 14,8 sedangkan di darat US$ 19,3 miliar. Belum lagi, menurut kajian SKK Migas, pembangunan pipa gas dari Blok Masela ke Pulau Aru, pulau terdekat, yang membutuhkan biaya lebih tinggi.

Tetapi, Arcandra saat masih menjabat sebagai Menteri ESDM mengubah perhitungan itu.

Luhut juga meminta masyarakat jangan berburuk sangka kepada Arcandra terkait polemik dwikenegaraan yang menyebabkannya dipecat Presiden Joko Widodo. Karena menurut Luhut kontribusi Arcandra dalam menekan biaya investasi eksplorasi gas di Blok Masela dengan investor sangat besar.

Selain soal Blok Masela, Luhut juga memuji Arcandra dalam hal penentuan biaya produksi avtur. "Kenapa kita lebih mahal hampir lebih 30 persen dengan Singapura," kata Luhut. "Padahal Singapura tidak memproduksi avtur, sementara kita memproduksinya." Luhut optimistis jejak kebijakan murah Arcandra berguna bagi Indonesia.

YASSED 
 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments