hero
Gloria Natapradja Hamel (Facebook)

EDITOR : OCTOBRYAN

15 Agustus 2016, 19:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Belum selesainya polemik kewarganegaraan ganda yang dimiliki Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar, kini publik dikejutkan lagi dengan status kewarganegaraan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) perwakilan Jawa Barat, Gloria Natapradja Hamel.

Paskibraka cantik asal Kota Depok ini diketahui memiliki kewarganegaraan Perancis. Akibatnya, Presiden Joko Widodo pun batal mengukuhkan Gloria sebagai anggota Paskibraka Nasional 2016.

Kepala Garnisun Tetap I sekaligus Ketua sub Bidang Upacara dan Paskibraka Brigadir Jenderal Yosua Pandit Sembiring, mengatakan hal itu diketahui pihaknya setelah melakukan pengecekan di Kementerian Hukum dan Ham. Akibatnya, Gloria tidak diikutsertakan dalam gladi kotor maupun gladi bersih pengibaran bendera bersama 67 rekan lainnya di Istana Negara.

"Proses seleksinya ada di Kemenpora. Setelah terkumpul semua baru kami lakukan pengecekan, ternyata ada peserta Paskibraka memiliki paspor Prancis," ujarnya Senin, 15 Agustus 2016.

Ayah Gloria sendiri memang warga negara Prancis. Namun Joshua menegaskan, bukan karena kewarganegaraan ayahnya itu dia digugurkan, melainkan karena ia sudah mempunyai Paspor Perancis.

"Sebagai warga negara yang baik kami harus taat ya dengan UU. Hal itu jelas mengatakan kalau punya paspor negara lain maka kewarganegaraan gugur," ucap Joshua.

Terkait polemik itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Nahrawi Ramli mengatakan memang ada kesalahan dalam proses seleksi Paskibraka Nasional 2016 di tingkat Kabupaten yang tidak terpantau oleh pihaknya.

"Karena ketahuan itu makanya kami bersurat pada Kemenhukham. Dan hasilnya pun memang dia dinyatakan sebagai warga negara asing," ujarnya.

Kendati begitu, Menpora memastikan keluarnya Gloria dari pasukan tak akan mengganggu formasi Paskibraka. "Sekarang tinggal 67 anggota. Ini tidak mengurangi konfigurasi maupun tugas-tugas penting yang besok akan dilakukan di Istana," lanjutnya.

Adapun Gloria saat ini berada di gedung pusat pelatihan milik Kemenpora di Cibubur, Jakarta Timur. Imam memastikan gadis 16 tahun asal Depok tersebut dalam kondisi baik. 

"Dia terus kami dampingi. Dia tegar dan meminta kepada orang tuanya agar mengurus kewarganegaraan," kata Imam. 

Meski Pemerintah sudah mencoret nama Gloria dalam keanggotaan Paskibraka Nasional 2016. Namun, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Erlinda mempunyai tanggapan berbeda.

Masalah kewarganegaraan bagi anak dari hasil pernikahan antar bangsa adalah masalah yang sepantasnya tidak dibesar-besarkan. Apalagi ia masih punya waktu dua tahun untuk memilih kewarganegaraannya. Dia pun meminta pemerintah bisa memberi kesempatan bagi Gloria untuk menyelesaikan tugasnya sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera.

 "Jika dilihat ceritanya, dia ini lahir di indonesia, besar di indonesia, sekolah di indonesia, ada masalah apa? beri kesempatan" ujarnya.

REYSKA RAMDHANY | INDRIA LITA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments