hero

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

12 Agustus 2016, 04:05 WIB

NUSA TENGGARA TIMUR, INDONESIA

Mantan Kepala Lapas Batu Nusakambangan, Liberty Sitinjak mengaku pernah ditawari Rp 10 Miliar oleh almarhum Freddy Budiman, untuk mengabulkan tiga permintaannya sebelum dieksekusi mati beberapa waktu lalu.

"Tiga permintaan almarhum Freddy Budiman tersebut yakni mencabut CCTV, mencabut status narapidana resiko tinggi, serta memberikan kebebasan untuk menggunakan ponsel di ruangannya," kata  Liberty, Kamis, 10 Agustus 2016.

Walau dirayu dengan nilai fantastis, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nusa Tenggara Timur ini memiliki standar operasional ketat terhadap narapidana berstatus resiko tinggi seperti Freddy Budiman. Dengan kesadaran bahaya itu Liberty pun menolak nominal yang ditawarkan Freddy.

BACA JUGA:
Haris Azhar Beberkan Alasan Baru Bongkar Kesaksian Freddy
Usut Kasus Freddy Budiman, Haris Azhar Minta Jokowi Turun Tangan
PPATK Temukan Aliran Dana dari Freddy untuk Oknum Aparat
Liberty Sitinjak Akhirnya Datang ke BNN

"Godaan itu makin meningkat tiap hari. Saya tetap pada pendirian dan tidak mengabulkan permintaan Freddy," tambahnya.

Sitinjak menjabat sebagai Kalapas Batu terhitung September 2013 sampai September 2014. Saat itu Freddy masuk ke Lapas Batu dan menjadi selebriti di antara narapidana lainnya. Sampai-sampai Sitinjak memerintahkan bawahannya membuatkan sel isolasi untuk Freddy.

Guna memantau aktivitas Freddy di dalam sel isolasi, Sitinjak memasang kamera pengawas yang terhubung dengan monitor di ruang kerjanya. Moncong kamera terpasang tepat di depan pintu sel dan di dalam sel Freddy. 

Terkait dengan permintaan mencopot kamera pengawas, Sitinjak menyatakan tidak ada permintaan dari petugas BNN. Petugas itu hanya mempermasalahkan pemasangan CCTV tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan BNN. Namun, hal tersebut tidak ditanggapi Sitinjak.

Terkait pertemuan Haris Azhar dengan Freddy Budiman, Sitinjak menyatakan pertemuan tersebut bukan pertemuan khusus. Pada saat itu, Haris berencana akan bertemu dengan napi lain, namun tidak sengaja bertemu Freddy Budiman yang saat itu tengah mengikuti program penyegaran/relaksasi di luar sel. Saat itulah Haris dan Freddy berbincang.

YUVEN NITANO

 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments