hero
Foto ilustrasi: Baby Center

EDITOR : FAJAR ANUGRAH PUTRA

10 Agustus 2016, 19:02 WIB

INDONESIA

Pasangan Dianto (32) dan Sri Wahyuni (33) sedang berbahagia. Keduanya baru saja mendapat anak kedua berjenis kelamin perempuan yang lahir pada Selasa 9 Agustus 2016 sekitar pukul 09.00 WIB di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Ibnu Sina, Gresik, Jawa Timur.  Tapi, bayi yang belum diberi nama itu lahir dengan kondisi tidak normal. Kepalanya dua dan badannya satu. 
 
Hingga saat ini, tim dokter RSUD Ibnu Sina belum memutuskan tindakan apa yang akan diberikan kepada anak pasangan Dianto dan Sri Wahyuni. Untuk sementara, bayi tersebut dirawat intensif di ruangan Neonatology RSUD Ibnu Sina. 
 
Kasus bayi yang lahir dengan dua kepala dan satu badan bisa dibilang sangat langka di dunia. Fenomena itu disebut Craniopagus Parasiticus dan hanya ada sedikit yang tercatat dalam sejarah kedokteran modern. Dari kasus-kasus tersebut, bayi yang lahir dengan fenomena Craniopagus Parasiticus kebanyakan anak laki-laki.  
 
Lalu apa penjelasan ilmiah tentang bayi terlahir dengan kondisi Craniopagus Parasiticus? Mengutip dari Discovery dan All Health Site, saat proses pembentukan janin di rahim, bila ada dua embrio kembar yang tidak berpisah dengan sempurna maka kondisi Craniopagus Parasiticus akan terjadi. Saat embrio yang satu berkembang lebih dominan maka ia akan menjadi kepala dan badan yang lengkap Sedangkan embrio yang perkembangannya lemah maka akan menempel ke saudaranya, embrio yang tumbuh dominan. Embrio yang pertumbuhannya lemah akan menjadi kepala yang menempel ke saudaranya.  
 
Penyebab fenomena kelahiran dengan kondisi Craniopagus Parasiticus belum bisa dipastikan dengan akurat. Beberapa ahli menyebutkan tidak bagusnya aliran darah di rahim kepada embrio, dari salah satu yang kembar, membuat pertumbuhannya tidak normal. Akibat aliran darah yang tidak bagus, kondisi perpisahan embrio kembar pun menjadi tidak sempurna sehingga menyebabkan salah satu embrio tumbuh baik dan lainnya kurang optimal. 
 
Lalu bagaimana mengatasi bayi dengan kondisi  Craniopagus Parasiticus? Sampai saat ini, satu-satunya cara ialah dengan melakukan pembedahan, memisahkan kepala keduanya dengan mengorbankan salah satu anak. Tapi cara ini berisiko karena bayi atau anak yang tidak dikorbankan tidak dijamin akan selamat. Melakukan pembedahan di bagian otak memiliki risiko infeksi dan pendarahan hebat. 
 
DISCOVERY – ALL HEALTH SITE
 
FAJAR ANUGRAH PUTRA

 

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments