hero

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

10 Agustus 2016, 14:05 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Wacana penerapan sistem pendidikan Full Day School untuk siswa SD dan SMP banyak menuai pro dan kontra. Jika melihat pada sisi psikologis anak, tidak semua anak akan merasa siap menjalani hari panjang di sekolah.

“Anak akan kepadatan, kemudian dia mencari berbagai macam cara yang tidak sehat. Kalau jiwanya sudah bantat seperti roti, bagaimana? Ya harus diolah ulang,” tutur psikolog anak Elly Risman.

Pixabay

Menurut Elly, anak yang terlalu banyak meluangkan waktu di sekolah bisa saja terganggu psikologisnya. Namun hal ini juga tidak bisa dipukul rata, mengingat kondisi setiap anak berbeda-beda. Sistem Full Day School dinilai Elly sebagai sistem yang tidak bijaksana. Orang tua tetap harus diperhitungkan sebagai pendidik utama bagi anak.

“Nggak bijak karena tidak berpihak pada anak dan tidak berpihak juga pada orang tua. Tidak menempatkan orang tua pada porsinya sebagai pendidik pertama dan utama untuk membangun karakter anak, bukan sekolah,” tambah Elly Risman.

Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan sistem Full Day School awalnya menyasar pelajar yang orang tuanya bekerja. Lalu bagaimana dengan anak yang orang tuanya tidak bekerja?

bumn.go.id

Sistem pembelajaran dengan waktu panjang di sekolah ini sebetulnya bukan sesuatu yang baru di Indonesia. Beberapa sekolah tingkat SD dan SMP swasta di kota-kota besar, seperti Jakarta, sudah menerapkan sistem ini. Hanya saja, sekolah yang rata-rata bertaraf internasional tersebut ditunjang oleh fasilitas dan tenaga pendidik yang betul-betul memadai. Untuk mengembangkan karakter dan mengetahui kondisi psikologis seorang anak saja, sekolah bahkan menempatkan tenaga psikolog.

Pertanyaannya sekarang, apakah semua SD dan SMP di Indonesia sudah siap menerapkan sistem ini? Bagaimana fasilitas pendukungnya? Bagaimana kesiapan tenaga pengajarnya? Apakah anak akan merasa senang berada di sekolah untuk waktu yang cukup lama? Sebelum diterapkan, kebijakan ini tentu harus dikaji lebih mendalam dengan menerima masukan dari banyak kalangan.

DELVIANA AZARI | LUKMANUL HAKIM

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments