hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

10 Agustus 2016, 11:46 WIB

KABUPATEN PURWAKARTA, INDONESIA

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengkritik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Muhadjir Effendy atas usulan full day school yang sempat dilontarkannya. Menurutnya, sebagai menteri baru Muhadjir tidak serta merta mengusung sistem baru bagi pendidikan Indonesia.

Menurutnya menteri baru sebaiknya meneruskan sistem yang sudah dibuat oleh menteri pendahulunya. Ia menilai program-program yang sudah dibuat oleh Menteri Pendidikan sebelumnya hanya perlu ditata ulang dan diperbaiki. Menyesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebudayaan di Indonesia yang beranekaragam.

"Ini saya prihatin. Bukan setiap ganti menteri membuat sensasi baru. Dengan merubah sistem pendidikan!" Ujar Dedi.

Ihwal waktu bersekolah, Dedi justru bertolak belakang dengan sang menteri. Di Purwakarta ia mendorong dinas pendidikan setempat menerapkan sistem belajar singkat. Para siswa belajar di sekolah mulai pukul 6 pagi hingga 11 siang. Kebijakan diambil melihat sebagian besar orang tua siswa berprofesi sebagai petani. Dedi menganggap membantu orang tua di ladang merupakan salah satu jenis pendidikan di luar sekolah.

"Itu adalah bagian dari pendidikan kita. Jangan memahami pendidikan sebagai kelas. Karena ruang kelas tidak akan melahirkan apapun," ujar Dedi kepada NET.

DELVIANA AZARI | LUQMANUL HAKIM

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments