hero

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

10 Agustus 2016, 13:15 WIB

BALI, INDONESIA

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan aliran dana, yang diduga berasal dari jaringan gembong narkoba Freddy Budiman ke aparat penegak hukum. Besarnya mencapai ratusan miliar rupiah. Namun Ketua PPATK Muhammad Yusuf menegaskan, oknum tersebut bukan berasal dari Badan Narkotika Nasional.

“Ya pasti oknum, tapi bukan oknum BNN. Saya serahkan BNN untuk diusut. Aliran dananya hingga ratusan miliar. Nanti tugas penyidik yang mencari tahu, saya sudah berikan orangnya,” kata Ketua PPATK Muhammad Yusuf di Denpasar, Bali, pada Rabu, 10 Agustus 2016.

PPATK telah menyerahkan seluruh data kepada penyidik Badan Narkotika Nasional. PPATK menelusuri aliran dana ini dalam kurun waktu dua tahun, antara 2013 hingga 2015.

Aliran dana dari mafia narkoba Freddy Budiman ini ramai diperbincangkan, setelah Koordinator Kontras Haris Azhar mengungkapnya kepada publik. Dalam tulisannya, Haris menginformasikan pengakuan Freddy soal keterlibatan aparat penegak hukum dalam bisnis narkobanya. Beberapa instansi yang sempat disebut oleh Freddy kepada Haris, antara lain BNN, Polri dan TNI.

BACA JUGA:

Haris Azhar Beberkan Alasan Baru Bongkar Kesaksian Freddy

John Kei dan Kalapas Nusakambangan, Saksi Kunci Cerita Haris Azhar

MUHAMMAD HASANUDIN

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments