EDITOR : DEWI RACHMAYANI

10 Agustus 2016, 10:40 WIB

RUSIA

Valery Spiridonov, mengidap penyakit Werdnig Hoffman. Ini, adalah penyakit langka yang mengakibatkan berhentinya pertumbuhan otot tulang belakang. Harapan hidup untuk penderita penyakit ini, rendah.

Di usianya yang kini 31 tahun, kondisi kesehatan Spiridonov terus menurun. Namun, warga Rusia ini menolak kalah melawan penyakitnya. Spiridonov memilih hidup senormal mungkin.

Salah satunya, dengan menggagas proyek kursi roda otomatis. Baginya, kursi roda yang ada saat ini sulit dioperasikan penggunanya. Ia berharap inovasinya bisa menolong jutaan penyandang disabilitas di seluruh dunia untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

“Dengan hanya satu perintah, seseorang bisa pindah dari ruang TV ke dapur atau ke kamar mandi. Jadi orang tersebut tidak hanya diam di satu tempat tapi akan mudah untuk berpindah-pindah,” tutur Spiridonov kepada Reuters.

Proyek Spiridonov saat ini tengah digarapnya bersama insinyur dari Rusia, Jepang dan Amerika Serikat. Inovasinya akan terdiri dari 3 komponen, yaitu alat yang akan tertempel di kursi roda elektrik dan aplikasi smartphone untuk memberi perintah dalam bentuk suara dan sentuhan. Komponen terakhir adalah sensor infra merah dan kamera optik untuk memetakan kondisi di dalam ruangan. Untuk menyelesaikan teknologi ini, dibutuhkan biaya sekitar 675 juta rupiah. Diperkirakan, 8 bulan lagi kursi roda ini jadi dan siap dijual ke pasar.

REUTERS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments