hero
Michael Phelps. (Foto: Reuters/Dominic Ebenbihler)

EDITOR : FAJAR ANUGRAH PUTRA

9 Agustus 2016, 18:25 WIB

INDONESIA

Michael Phelps, atlet renang asal Amerika Serikat (AS), baru saja memenangkan medali emas olimpiadenya yang ke-19. Phelps meraih medali emas ke-19 saat membantu timnya menang di nomor 400 meter gaya bebas putra Olimpiade Brasil 2016, Minggu 7 Agustus 2016.

Kali ini kemenangan Phelps dan tim AS bukan tajuk utamanya, melainkan motif lingkaran-lingkaran merah tua di tubuh Phelps. Bukan hanya Phelps yang mencuri perhatian publik, beberapa atlet dunia yang sedang berjuang di Olimpiade 2016 juga memiliki lingkaran-lingkaran merah di tubuhnya. Atlet senam AS, Alexander Naddour, salah satunya.

Lalu apa itu terapi bekam? Bekam ialah mengeluarkan darah kotor yang mengandung racun atau toksin dari tubuh. Caranya dengan memanaskan mangkuk kaca kecil yang bersih kemudian diletakkan di punggung, paha atau lengan. Setelah itu mangkuk kaca tersebut disedot dengan pompa tangan yang akan menimbulkan efek menggembung di kulit pasien. Kemudian terapis akan menusukkan jarum yang steril ke bagian kulit yang menggembung sehingga mengeluarkan darah. Tutup bagian kulit yang menggembung dengan mangkuk kaca yang dipakai sebelumnya, diamkan selama tiga hingga lima menit sampai darah kotor keluar dari kulit dan menggumpal.

Terapi pengobatan bekam diketahui sudah dipakai di daratan Cina sejak tiga ribu tahun yang lalu. Bangsa Mesir Kuno juga mengenal bekam semenjak 1550 tahun Sebelum Masehi. Tak hanya bangsa Cina dan Mesir, bekam sudah dikenal pula di Yunani pada 413 tahun Sebelum Masehi.

Para tabib atau praktisi kesehatan di Cina, Mesir Kuno dan Yunani melakukan terapi bekam untuk menghilangkan rasa sakit atau tidak nyaman di tubuh pasiennya. Mereka melakukannya selama ribuan tahun hingga kemudian populer di Timur Tengah dan Amerika.

Bekam banyak dipakai untuk mengobati berbagai penyakit seperti rematik, asam urat, kolesterol, jantung, masalah kesuburan, susah tidur sampai menghilangkan sakit yang dirasakan tubuh seseorang.

Phelps dan Naddour, dua atlet profesional AS, mengaku sudah menjalani terapi bekam sejak lama. Mereka menyukainya karena mampu mengurangi rasa sakit di otot, membuat tubuh terasa lebih santai dan ringan, mempercepat proses penyembuhan cedera serta melancarkan aliran darah.

“Daripada menghabiskan uang dengan cara yang nggak jelas, saya suka menjalani terapi bekam di waktu luang atau jelang bertanding,” jelas Naddour mengutip ABC, Selasa (9/8/2016).

Lalu apa kata dokter soal terapi bekam? Dr Tony Bartone dari Australian Medical Association mengatakan kalau bekam tidak teruji secara ilmiah. Dunia kedokteran modern tidak mengenal bekam.

“Tidak ada buktinya kalau bekam bisa menyembuhkan penyakit, mana bukti ilmiahnya?” ujar Dr Bartone.

Bartone malah mengingatkan publik agar hati-hati saat menjalani terapi bekam karena bisa mengakibatkan pendarahan dan infeksi. “Jika kamu menyayat-nyayat atau menusuk kulit kamu tanpa teknik yang benar dan mengeluarkan darah, maka itu berisiko,” imbuhnya.


ABC.NET.AU – GREEK MEDICINE – REUTERS

FAJAR ANUGRAH PUTRA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments