hero
Haris Azhar ketika memberikan keterangan pers pada wartawan. (NET/Indra)

EDITOR : OCTOBRYAN

8 Agustus 2016, 21:15 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Gembong narkoba Freddy Budiman pernah bercerita soal sepak terjangnya kepada Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan Haris Azhar. Freddy bercerita mengenai jejaknya di dunia hitam termasuk ketika bekerja sama bahkan menyetor uang ke oknum penegak hukum.

Cerita Freddy ke Haris yang berlangsung tahun 2014 tersebut baru ditulis dalam media sosial tahun 2016, setelah Freddy Budiman dieksekusi mati.

Lantas apa alasan Haris Azhar baru mengungkap cerita Freddy Budiman sekarang?

Ditemui dalam jumpa pers dengan wartawan, Senin, 8 Agustus 2016, Haris Azhar mengaku memilih waktu yang tepat untuk membongkar informasi yang diberikan terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman.

Informasi itu diperoleh Haris pada 2014 silam. Dari sana, ia menyebut, ada peran Badan Narkotika Nasional, Polri dan TNI di balik bisnis narkoba yang dikendalikan Freddy selama ini.

“Informasi itu kemudian saya kelola bersama Kontras. Peristiwa itu harus dimaknai secara utuh bahwa selama ini ada kegagalan dalam sistem peradilan,” kata Haris.

Haris mengatakan, ketika mendapat informasi itu waktunya bertepatan dengan penyelenggaraan Pemilu serta Pilpres 2014. Ia khawatir jika informasi ini dibeberkan, justru tidak akan ditanggapi oleh aparat penegak hukum.

Dirinya kemudian menunggu pemerintahan baru terbentuk. Namun, pemerintahan yang baru rupanya memerlukan waktu untuk melakukan konsolidasi internal. Adanya perseteruan antara Polri dan KPK tahun 2015, menjadi indikator bahwa kordinasi antar Institusi diperlukan.

"Dari situ saya punya kesimpulan bahwa pemerintahan perlu konsolidasi menangani konflik hukum atau konflik institusi hukum seperti yang dipertontonkan ke publik itu," ujarnya.

Selanjutnya, Haris mengikuti keterangan Freddy Budiman. Namun setelah ditelusuri tidak ada pledoi Freddy baik di PN Jakarta Barat maupun Mahkamah Agung.

"Kontras lakukan verifikasi data. Saat itu Kami coba cari pledoinya tapi tidak ada," lanjutnya

Sampai pada kesimpulan bahwa pledoi yang dibuat Freddy sengaja dihilangkan. Baru beberapa waktu lalu berkas itu ditemukan setelah kabar informasi dugaan keterlibatan ketiga instansi tersebut mencuat ke publik.

BACA JUGA:
Polisi Siap Damai dengan Haris Azhar?
Ucapan Freddy ke Haris Azhar Diragukan Polisi
BNN Laporkan Haris Supaya Ada Legalitas
Jika Dipanggil Haris Azhar Siap Berikan Keterangan

Haris menilai dua tahun ini bukanlah waktu yang hampa. Kontras terus bergerak mencari segala informasi terkait ucapan Freddy. Lebih jauh, Haris menegaskan dirinya berusaha kooperatif dengan kepolisian. 

Dirinya mempertimbangkan respon yang nantinya akan didapat. Dari sejumlah laporan yang diterima Kontras selama ini terkait kasus yang melibatkan oknum aparat kepolisian, hanya sedikit kecil yang direspon polisi.
 
"Dari sedikit yang direspons, lebih sedikit lagi yang ditindaklanjuti. Kemudian dari yang ditindaklanjuti itu hanya sedikit yang memenuhi aspek keadilan," tegasnya.

Setidaknya hal itulah juga yang menjadi catatan jika apakah informasi Freddy saat itu patut diberikan pada pihak kepolisian.

"Respon hari ini tentu berbeda dengan respon dua tahun lalu," tutupnya.

INDRA RAHARJA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments