hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

8 Agustus 2016, 10:08 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Minat berhaji masyarakat Indonesia amat sangat besar. Sayangnya hal ini tak sebanding dengan kuota haji yang disediakan oleh pemerintah. Ini berdampak terhadap daftar antrean haji yang mengular hingga puluhan tahun.

Di Sulawesi Selatan contohnya. Waktu tunggu antrean haji di Kabupaten Sidenreng Rappang mencapai 40 tahun. Masyarakat yang mendaftar haji hari ini, baru bisa berangkat pada tahun 2056.

Panjangnya antrean disebabkan pengurangan kuota oleh pemerintah Arab Saudi. "Masjidil Haram sedang dilakukan perbaikan. Kapasitasnya berkurang, sehingga mengurangi jumlah jemaah haji asal Indonesia," ujar Abdul Jamil, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementrian Agama.

Sebelumnya kuota haji yang diberikan Kerajaan Saudi untuk Indonesia sebanyak 211 ribu. Karena menurunnya daya tampung Masjidil Haram. Kuota dipotong sebesar 20 persen menjadi 168 ribu.

Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi lamanya waktu tunggu. Termasuk ide ekstrem yang disuarakan oleh Ketua Komisi VIII DPR, Ali Taher Parasong.

Ketua komisi yang membidangi urusan agama dan sosial ini menyarankan masyarakat yang telah berusia 60 hingga 70 tahun untuk mempertimbangkan mendaftar haji. Menurutnya mereka bisa menggantinya dengan ibadah yang lain.

Bukannya tanpa alasan.  Ali merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang usia harapan hidup masyarakat Indonesia sebesar 70 tahun. Ia berpendapat jika masyarakat mendaftar haji di usia 60-an, kemungkinan mereka berangkat di usia 90 hingga 100 tahun.

Aulia Rahmat

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments