hero
Sri Wahyuni merebut medali perak olimpiade. (Doc. Kemenpora)

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

7 Agustus 2016, 15:00 WIB

BRASIL

Keberhasilan lifter putri Indonesia, Sri Wahyuni Agustiani merebut medali perak dalam cabang angkat besi di Olimpiade 2016 Brasil, Sabtu malam setempat, membuat masyarakat dan elite negeri ini bangga. Sejumlah pujian dan ucapan selamat disampaikan melalui media sosial Twitter. 

Salah satunya datang dari Presiden Joko Widodo. Dalam twitnya lewat akun @jokowi, Presiden menulis,"Lifter putri Sri Wahyuni memperoleh medali perak pada Olimpiade Rio 2016. Rakyat Indonesia bangga - Jkw."

Seolah tak ingin ketingggalan, Wapres Jusuf Kalla pun ikut menyampaikan ucapan selamat kepada Sri Wahyuni. Melalui akun @Pak_JK, Jusuf Kalla menulis,"Selamat untuk lifter Sri Wahyuni yang telah meraih medali perak Olimpiade #Rio2016. Semoga jadi penyemangat atlet Indonesia lainnya untuk merebut medali."

Keberhasilan Sri Wahyuni Agustiani menyumbang medali perak Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro menegaskan cabang olahraga angkat besi rutin jadi penyumbang medali untuk Indonesia di pesta olahraga sedunia tersebut. Olimpiade 2016 itu sendiri merupakan debut bagi Sri Wahyuni dan langsung membanggakan Indonesia dengan raihan medali peraknya.

Sri Wahyuni tampil mengesankan di kelas 48 kg. Pada percobaan pertama (Snatch) wanita bertubuh kekar itu sukses mengangkat beban 82 kg. Sementara percobaan kedua (Clean and Jerk), ia berhasil mengangkat beban 107 kg. 

Sayangnya, pada percobaan ketiga, Yuni gagal mengangkat beban seberat 115 kg.

Total angkatan Sri adalah 192 KG (Snatch 85KG dan 107 Clean & Jerk). Ia tertinggal dari atlet 21 tahun Thailand, Sopita Tanasan, yang mengangkat total 200 KG (Snatch 92 kilogram & 106 kilogram). 

Medali perunggu direbut atlet Jepang, Hiromi Miyaki, dengan total angkatan 188KG. 

Bagi Indonesia ini merupakan medali perak ke-28 di Olimpiade. Dengan keberhasilan meraih medali perak, atlet 21 tahun ini akan mendapat bonus Rp 2 miliar dari pemerintah. Dia juga akan mendapatkan tunjangan hari tua Rp 15 juta per bulan.

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments