EDITOR : PUTU DYAH

4 Agustus 2016, 06:30 WIB

INDONESIA

Beberapa kawasan punya citra yang buruk karena sering dipakai untuk aktivitas tertentu di masyarakat. Tapi ada juga yang akhirnya berubah jadi tempat yang kece. Baik dari segi tampilan atau kegiatan yang ada untuk warganya. NET Z merangkum tiga kampung yang punya kece dan punya aktivitas bermanfaat bagi warganya:

Kampung Dolly yang Berubah Wajah

Warga berpartisipasi membuat mural di Kampung Dolly. (Foto: NET CJ)

Dulu Dolly dikenal sebagai area prostitusi terbesar se-Asia Tenggara. Tapi setelah ditutup, kawasan ini jadi wisata kampung mural di Surabaya, Jawa Timur. Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, ingin mewujudkan Dolly sebagai kawasan yang nyaman bagi warga.

Selain mengubah citra lewat lukisan dinding, masyarakat juga diajak untuk berkarya. Ada yang membuat batik, sepatu dan keripik Samijally (Samiler Jarak Dolly). Tujuannya menarik wisatawan untuk datang ke sini. Misi penting lainnya yaitu melindungi anak-anak kampung Dolly agar memiliki kesempatan dan masa depan cerah, seperti generasi muda di tempat lain.

BACA JUGA:
Zona Kece untuk Masyarakat Kece

Kampung Melek Teknologi

Anak-anak memanfaatkan laptop di Kampung Teknologi (Foto: NET CJ)

Di saat orang-orang berganti smartphone dan sibuk mencari akses wifi, di Cimanggis, Depok, Jawa Barat ada kampung yang berusaha mengurangi kesenjangan digital. Namanya Kampung Teknologi Foundation (KTF). Sejak didirikan 12 Oktober 2009, KTF menyediakan fasilitas komputer dan layanan internet untuk warga, khususnya anak-anak. Tujuannya memudahkan mereka untuk berbagai aktivitas seperti belajar dan mencari informasi.

Relawan di KTF juga memberi edukasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Seperti pelatihan Microsoft Office, Photoshop dan Movie Maker. Aktivitas di KTF berlangsung setiap hari mulai jam 15.00 sampai 21.00.

Warna-warni di Kampung Sangkrah

Kampung Sangkrah memiliki rumah baca yang ramai, terutama oleh anak-anak. (NET/ Shandy Prasetya)

Kampung Sangkrah di Solo, Jawa Tengah pernah dicap sebagai kampung kumuh tempatnya para preman. Lewat tangan Danny Setyawan dan peran serta warga, kawasan ini berubah jadi tempat yang mendukung kehidupan warganya.

Citra gelap diubah warna-warni lewat lukisan dinding yang nggak sembarangan. Setiap coretan harus menghibur dan punya pesan edukatif biar siapapun yang lewat bisa semangat saat melihatnya. Sekarang di Kampung Sangkrah juga ada rumah baca dengan berbagai pilihan buku. Sangkrah juga terbuka untuk siapapun yang mau berbagi ilmu dan inspirasi bagi warga.

YASMINA ANINDYA | CITIZEN JOURNALIST: SANUBARI BHARATA & TRI YONO

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments