hero
Foto: Actual Organics

EDITOR : PUTU DYAH

3 Agustus 2016, 09:05 WIB

INDONESIA

Aroma segar, bisa mengatasi bau badan dan mencegah keringat berlebih membuat deodoran jadi kebutuhan sehari-hari banyak orang. Kalau lupa pakai kosmetik ini, rasanya ada yang hilang dan bisa jadi kita nggak pede seharian.  

Tapi menurut Philip Harvey, redaktur Journal of Applied Toxicology, ada resiko dari penggunaan deodoran. Apalagi bahan ini kita aplikasikan langsung di kulit bagian bawah ketiak yang jaringannya lebih tipis dan ada reseptor (penerima respon) hormon.

Deodoran yang diaplikasikan langsung bisa berpengaruh pada kulit. (Foto: GettyImages)

Beda dengan sistem pencernaan yang bisa menetralisir racun dengan organ hati. Racun yang melalui kulit akan langsung masuk ke aliran darah tanpa saringan apapun. Berikut lima bahan dalam komposisi deodoran yang beresiko pada kesehatan:

Paraben

Paraben adalah bahan pengawet yang paling banyak dipakai dalam produk makanan dan kosmetika. Zat ini sering dipakai sebagai campuran untuk menghancurkan mikroorganisme tertentu. Penggunaan paraben dalam waktu lama dan intensif dapat mempengaruhi produksi hormon estrogen yang berperan penting dalam metablisme tubuh perempuan.

Pattisaul, peneliti dalam ‘Journal of Applied Toxicology’ menyebutkan, di payudara terdapat jaringan yang sensitif terhadap hormon estrogen. Paparan deodoran pada ketiak, yang letaknya nggak jauh dari payudara, dikhawatirkan memicu pertumbuhan sel kanker. Hal ini bisa berlaku pada wanita ataupun laki-laki.

Aluminium

Aluminium yang termasuk logam, dapat menyebabkan ‘ketidakstabilan gen’ dalam jaringan payudara. Kondisi ini berpotensi memicu pertumbuhan sel tumor atau kanker.

Resikonya bisa semakin besar apabila kita sering mencukur bagian ketiak. Dan langsung mengaplikasikan deodoran atau anti-perspiran yang mengandung aluminium di bagian itu. Kulit yang dicukur jadi lebih tipis, sehingga zat bisa lebih mudah masuk ke dalam jaringan kulit.

BACA JUGA: 
Lima Manfaat Santan Supaya Kamu Tetap Cantik 
Empat Makanan untuk Menambah Energi Kamu Saat Jogging 

Triclosan

Pernah melihat iklan sabun, deodoran atau produk kebersihan tubuh lain yang disebut mengandung triclosan? Yap, zat ini disebut dapat menghilangkan bakteri dan mikroorganisme sejenis dari kulit kita.

Menurut data Food and Drug Administration (FDA), pada 75% orang Amerika, urinnya mengandung triclosan. Kelebihan zat ini dalam tubuh, khususnya di jaringan darah bisa mengganggu aktivitas gen. Menurut Pattisaul, penelitian pada hewan menunjukkan kaitan antara triclosan dan kerja hormon. Bahan kimia ini dapat merusak fungsi kelenjar tiroid yang berperan untuk kerja otak.

Phthalate

Kenapa deodoran bisa wangi? Jawabannya ada pada kandungan phthalate, bahan kimia yang memberi sensasi harum pada sebagian besar produk kecantikan. Kelebihan senyawa ini bisa merusak keseimbangan hormon testosteron yang berfungi utama pada pria. Tapi wanita juga bisa kena resikonya.

Phthalate berpotensi mengganggu sistem reproduksi pria dan mempengaruhi perkembangan janin pada ibu hamil. Penelitian lain menunjukkan adanya hubungan antara paparan phthalate dengan IQ lebih rendah dan meningkatnya potensi penyakit asma.

Pewangi

Hampir semua produk kecantikan, mencantumkan pewangi atau parfum dalam komposisi penyusunnya. Bahan ini bisa terbuat dari phthalate atau bahan lain yang nggak didetailkan pada konsumen. Beberapa produk pewangi bisa menyebabkan alergi atau iritasi pada kulit.

Pemilihan produk yang minim bahan kimia efektif untuk mengurangi resiko deodoran. (Foto: Actual Organics)

Dari semua penjelasan soal bahan dalam deodoran, perlu penelitian lebih lanjut untuk memperdalam besarnya resikonya kanker dan penyakit- penyakit lain. Terus, bagaimana cara melindungi tubuh kita dari bahaya zat kimia itu? Seorang ahli bernama Darbre menganjurkan agar kita cermat memilih deodoran. Utamakan deodoran yang bebas pewangi, cek juga kandungan paraben dan triclosan pada bahan penyusunnya. Kamu juga bisa memilih deodoran dari produk herbal yang biasanya mengandung bahan-bahan alami.

AVILA RIA | TIME 

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments