hero
Kepala Kejari Jakarta Selatan di kantor BPN usai penggeledahan. (NET/Radika)

EDITOR : OCTOBRYAN

3 Agustus 2016, 00:45 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mengeledah kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Selatan, Jalan Lenteng Agung Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Agustus 2016. 

Penggeledahan ini dilakukan terkait kasus dugaan korupsi penerbitan sertifikat lahan fasos dan fasum seluas 2.975 meter milik Pemprov DKI Jakarta di Jalan Biduri Bulan dan Jalan Alexandria RT 08 RW 01, Kelurahan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Satu persatu ruangan penyimpanan arsip dokumen digeledah penyidik guna mencari alat bukti terkait kasus tersebut. Bahkan penyidik menggunakan jasa tenaga ahli untuk mencari dokumen penerbitan sertifikat tanah dalam komputer di ruangan Sekretariat Tim Kendali Program Pertanahan. 

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Sadjono Turin menduga rekayasa sertifikat tanah itu terjadi tahun 2014. Dalam kasus tersebut pihaknya telah menetapkan dua tersangka, yakni oknum yang diduga menjual lahan tersebut berinisial MI dan salah satu oknum pegawai BPN Jakarta Selatan berinisial AS.

"Ada dokumen yang kami duga adalah rekayasa. Sementara penggeledahan ini untuk mencari bukti tambahan untuk kasus itu," ujarnya di lokasi.

Tanah itu merupakan milik Pemprov DKI Jakarta yang dihibah dari PT Permata Hijau untuk pembangunan fasos dan fasus. Aset tersebut diduga telah dijual tanpa prosedur yang jelas ke pihak ketiga. Akibatnya menimbulkan kerugian negara Rp 150 miliar.

“Tim penyidik merasa perlu menahan tersangka, karena dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan,” tutupnya.

RADIKA KURNIAWAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments